MAKALAH
PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK
Disusun untuk memenuhi tugas
kelompok
Mata kuliah : Psikologi
Perkembangan
Prodi
: PAI 1 F
Dosen Pengampu : Bapak
Drs. H.Maskub, M.Pd.I
Disusun oleh :
1.
Fatih Muhammad AC
2.
Muhamad Mustolih
3.
Nafisah
INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL
ULAMA
( IAINU ) KEBUMEN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Jalan Tentara Pelajar No.55B
Kebumen 54312
KATA PENGANTAR
Alhamdulilah Puji
syukur kami panjatkan kehadiran Alloh SWT yang telah memberikan rahmat serta
kerunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK”. Makalah ini berisikan tentang Perkembangan
Kanak-kanak.
Kami
mengharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
perkembangan anak.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh sempurna,oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata,kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini.semoga Alloh SWT senantiasa meridhoi segala usaha
kita.Amin
Kebumen,
…………..2015
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................................ i
KATA PENGANTAR..................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................... 1
C. Tujuan Pembuatan Makalah................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pembagian Masa Kanak-kanak............................................................................... 2
B. Perkembangan
Awal Pada Kanak-Kanak............................................................... 2
C. Perkembangan
Akhir Pada Kanak-Kanak............................................................. 17
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................................................ 32
B. Saran...................................................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Perkembangan berbeda dengan pertumbuhan
tetapi saling terkait dalamproses perkembangan. Pertumbuhan merupakan proses
kuantitatif yang menunjukkan perubahan yang dapat diamati secara fisik.
Pertumbuhan dapat diamati melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi
badan dan lingkar kepala anak.Misalnya seorang anak kecil menjadi tinggi dan
besar. Sedangkan perkembangan merupakan proses kualitatif yang menunjukkan
bertambahnya kemampuan (ketrampilan) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam pola yang beraturan dan dapat diramalkan sebagai hasil dari
proses pematangan. Perkembangan berkaitan dengan aspek kemampuan motor,
intelektual, sosial, emosional, dan bahasa.Misalnya anak menjadi lebih cerdas
atau lebih fasih berbicara.
Perkembangan kejiwaan pada masa
anak-anak, terkadang disebut dengan masa anak kecil atau atau juga masa
menjelang sekolah, sebab masa ini saat-saat anak senang mempersiapkan diri
untuk bersekolah.Demikian pula masa ini ada yang menyebut dengan masa estetis,
dikarenakan anak mulai mengenal dunia sekitarnya yang terasa serba indah.
Terlebih lagi, dalam usia anak-anak, memang terasa begitu menyenangkan sebab,
yang ada hanyalah bermain, meminta, mengeluh dan mencoba berbagai macam hal
yang diinginkan. Namun, sering kali apabila seorang pengasuh atau orang tua
tidak memahami dan mengenal perkembangan anak, maka anak akan tumbuh tidak
baik. Oleh karena itu, kami menyusun makalah perkembangan anak-anak ini
diharapkan dapat berguna bagi pembacanya.
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang yang
telah dituliskan, maka kita dapat mengambil beberapa rumusan masalah yang layak
dibahas, yaitu sebagai berikut:
1.
Pembagian perkembangan pada masa kanak-kanak?
2.
Bagaimanakah perkembangan awal pada kanak-kanak?
3.
Bagaimanakah perkembangan akhir pada kanak-kanak?
C. TUJUAN
1.
Mengetahui pembagian perkembangan
masa kanak-kanak ?
2.
Mengetahui perkembangan awal pada kanak-kanak
?
3.
Mengetahui perkembangan akhir pada
kanak-kanak ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PEMBAGIAN MASA KANAK-KANAK
Masa kanak-kanak dimulai setelah
melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kirakira usia dua tahun sampai
saat anak matang secara seksual, kira-kira tiga belas tahun untuk perempuan dan
empat belas tahun untuk laki-laki. Setelah anak matang secara seksual, maka ia
disebut remaja.
Pada saat ini, secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak
harus dibagi lagi menjadi dua periode yang berbeda yaitu:
- Periode
awal masa kanak-kanak, yang berlangsung dari usia tiga
sampai enam tahun.
- Periode
akhir masa kanak-kanak, yang berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba
saatnya anak matang secara seksual.
B.
MASA ANAK-ANAK AWAL
Salah satu ciri tertentu masa bayi
merupakan ciri khas yang membedakannya dengan periode periode lain dalam rentang kehidupan,
demikian pula halnya dengan ciri tertentu dari periode awal masa kanak-kanak.
Ciri ini tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua,
pendidik, dan ahli psikologi.
- Sebutan yang Digunakan Orang Tua
Sebagian besar orang tua menganggap awal masa kanak-kanak
sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit. Dengan datangnya
masa kanak-kanak, sering terjadi masalah perilaku yang lebih menyulitkan
daripada masalah perawatan fisik masa bayi. Seringkali orang tua menganggap
masa awal kanak-kanak sebagai usia mainan karena anak muda menghabiskan
sebagian besar waktu juga bermain dengan mainannya. Penyelidikan tentang
permainan anak menunjukkan bahwa bermain dengan mainan mencapai puncaknya pada
tahun-tahun awal masa kanak-kanak, kemudian mulai menurun saat anak mencapai
usia sekolah. Selama tahun prasekolah, taman kanak-kanak, pusat penitipan
anak-naka dan kelompok bermain, semuanya menekankan permainan yang memakai
mainan. Akibatnya, baik sendiri atau berkelompok, mainan merupakan unsur yang
penting dari aktivitas bermain mereka.
- Sebutan yang Digunakan Para Pendidik
Para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak
sebagai usia prasekolah untuk membedakannya dari saat dimana anak dianggap
cukup tua, baik secara fisik maupun dan mental, untuk menghadapi tugas-tugas
pada saat mereka mulai mengikuti pendidikan formal. Anak mengikuti taman
kanak-kanak juga dinamakan anak-anak prasekolah dan bukan anak-anak sekolah.
Di rumah, di pusat-pusat perawatan, taman kanak-kanak, tekanan dan harapan
yang dikenakan kepada anak-anak sangat berebeda dengan apa yang dialaminya pada
saat memulai pendidikan formal di kelas satu. Awal masa kanak-kanak, baik di
rumah maupun di lingkungan prasekolah, merupakan masa persiapan.
- Sebutan yang Digunakan Para Ahli Psikologi
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang
berbeda untuk menguraikan ciri-ciri yang menonjol dari perkembangan psikologis
anak selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak. Salah satu sebutan yang banyak
digunakan adalah usia kelompok, masa dimana anak-anak mempelajari dasar-dasar
perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang
diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu mereka masuk kelas satu. Karena
perkembangan utama yang terjadi selama awal masa kanak-kanak berkisar di
seputar penguasaan dan pengendalian lingkungan, banyak ahli psikologi
melabelkan awal masa kanak kanak sebagai usia menjelajah, sebuah label yang menunjukkan
bahwa anak-anak ingin mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya,
bagaimana perasaannya dan bagaimana ia dapat menjadi bagian dari lingkungan.
Yang paling menonjol dalam periode ini adalah meniru pembicaraan dan tindakan
orang lain. Oleh karena itu, periode ini juga dikenal sebagai usia meniru.
Namun meskipun kecenderungan ini tampak kuat tetapi anak lebih menunjukkan
kreativitas dalam bermain selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan masa masa lain dalam kehidupannya. Dengan
alasan ini, ahli psikologi juga menamakan periode ini sebagai usia kreatif.
- Tugas-Tugas Perkembangan Masa Anak-Anak Awal
Seperti fase
perkembangan sebelumnya dan juga fase-fase yang lain, maka menurut Havighurst
fase kanak-kanak awal ini juga disertai tugas-tugas perkembangan yang perlu
dilakukan oleh seorang anak dengan baik, karena dengan terpenuhinya tugas
perkembangan ini dengan lancar, dan menjalani kehidupannya dengan bahagia
(Havighurst, dalam Monks, 1998). Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa
kanak-kanak awal ini adalah sebagai berikut:
1. Belajar perbedaan dan aturan-aturan
jenis kelamin.
2. Kontak perasaan dengan orang tua,
keluarga dan orang-orang lain.
3. Pembentukan pengertian sederhana,
meliputi realitas fisik dan realitas sosial.
4. Belajar apa yang benar dan apa yang
salah; perkembangan kata hati.
- Perkembangan Anak-Anak Awal
a) Perkembangan Fisik pada Masa
Kanak-kanak Awal
1. Petumbuhan tinggi dan berat badan
Pertumbuhan selama
masa awal masa kanak-kanak berlangsung lambat dibanding dengan tingkat
pertumbuhan pada masa bayi.Anak dengan tingkat kecerdasan yang tinggi,
misalnya, tubuhnya cenderung lebih tinggi pada awal masa kanak-kanak daripada
mereka yang kecerdasannya rata-rata atau di bawah rata-rata dan gigi sementaranya
lebih cepat tanggal. Meskipun perbedaan seks tidak menonjol dalam peningkatan
tinggi dan berat tubuh, tetapi pengerasan tulang dan lepasnya gigi sementara
lebih cepat pada anak perempuan, dari usia ke usia. Anak dari kelompok sosial
ekonomi yang lebih tinggi cenderung memperoleh gizi dan perawatan yang lebih
baik sebelum dan sesudah kelahiran.Oleh karena itu, perkembangan tinggi, berat
dan otot-otot badan cenderung lebih baik.
Postur tubuh anak
pada masa kanak-kanak awal ada yang berbentuk gemuk (endomorfik), berotot
(mesomorfik), dan ada juga yang relatif kurus (ektomorfik).Perbandingan
tubuhnya sangat berubah tidak lagi seperti bayi, namun gumpalan pada
bagian-bagian tubuh berangsur-angsur berkurang dan tubuh cenderung berbentuk
kerucut, dengan perut yang rata (tidak buncit), dada lebih bidang dan rata,
bahu lebih luas dan lebih persegi.Lengan dan kaki lebih panjang dan lebih
lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.
Tulang dan otot anak
mengalami tingkat pengerasan yang bervariasi pada bagian-bagian tubuh.Otot
menjadi lebih besar, lebih kuat dan berat, sehingga anak lebih kurus meskipun
beratnya bertambah.Selain itu selama 4-6 bulan pertama dari awal masa
kanak-kanak, 4 gigi bayi yang terakhir yakni geraham belakang muncul.Selama
setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal yakni gigi seri tengah yang
pertama kali lepas, dan digantikan gigi tetap. Akhir dari masa kanak-kanak awal
biasanya anak memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah di
mana gigi tetap akan muncul.
2. Perkembangan motorik
Awal masa kanak-kanak
merupakan masa yang paling baik untuk mempelajari keterampilan tertentu, karena
menurut Hurlock (1992) dalam Perkembangan Peserta Didik ada tiga alasan, yakni:
a. Anak sedang mengulang-ulang, sehingga dengan
senang hati mau mengulang suatu aktivitas sampai terampil.
b. Anak-anak bersifat pemberani, sehingga
tidak terlambat rasa takut kalau mengalami sakit atau diejek teman-teman
sebagaimana ditakuti oleh anak yang lebih besar.
c. Anak mudah dan cepat belajar karena
tubuh mereka masih lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit, sehingga
keterampilan yang baru sedikit, sehingga keterampilan yang sudah ada.
Keterampilan yang
dipelajari anak muda belia bergantung sebagian pada kesiapan kematangan
terutama kesempatan yang diberikan untuk mempelajari dan bimbingan yang
diperoleh dalam menguasai keterampilan ini secara cepat dan efisien.Terdapat
perbedaan seks dalam jenis keterampilan yang dipelajari anak-anak.Dalam awal
masa kanak-kanak, anak laki-laki harus mempelajari keterampilan bermain yang
secara budaya sesuai dengan kelompok anak laki-laki dan dilarang menguasai
keterampilan yang dianggap lebih sesuai untuk anak perempuan.Meskipun terdapat
sejumlah perbedaan, setiap anak-anak umumnya belajar keterampilan umum
tertentu, meskipun saat mempelajarinya agak berbeda dan kecakapan dalam
mempelajarinya juga berbeda.Keterampilan umum ini dapat dibagi kedalam dua
kelompok besar, yaitu keterampilan tangan dan keterampilan kaki.
Keterampilan
Tangan
Keterampilan dalam
makan dan berpakaian sendiri yang dimulai pada masa bayi disempurnakan dalam
awal masa kanak-kanak. Kemajuan terbesar dalam keterampilan
berpakaian umumnya antara usia 1,5 dan 3,5 tahun. Menyisir rambut dan mandi
merupakan keterampilan yang mudah dilakukan dalam periode ini. Antara usia lima
dan enam tahun sebagian besar anak-anak sudahpandai melempar dan menangkap
bola. Mereka dapat menggunakan gunting, dapat membentuk tanah liat, membuat
kue-kue dan menjahit.Dengan krayon, pensil, dan cat anak-anak dapat mewarnai gambar,
menggambar atau mengecat gambarnya sendiri dan dapat menggambar orang.
Keterampilan
Kaki
Sekali anak dapat
berjalan, ia mengalihkan perhatian untuk mempelajari gerakan-gerakan yang
menggunakan kaki. Pada usia lima atau enam tahun ia belajar melompat dan
berlari cepat. Mereka juga sudah dapat memanjat. Antara usia tiga dan empat,
naik sepeda roda tiga dan berenang dapat dipelajari. Keterampilan kaki lain
yang dikuasai anak-anak adalah lompat tali, keseimbangan tubuh dalam berjalan
di atas dinding atau pagar, sepatu roda, bermain sepatu es dan menari.
b)
Perkembangan Intelektual pada Masa Kanak-kanak Awal
1. Perkembangan kognisi
Dunia kognitif
anak-anak prasekolah ialah kreatif, bebas dan penuh imajinatif.Perkembangan
kognitif pada masa awal anak-anak berfokus pada tahap pemikiran praoperasional
Piaget, pemprosesan informasi, perkembangan bahasa, teori perkembangan
Vigotsky, dan pendidikan pada masa awal anak-anak.
a. Tahap Pemikiran Praoperasional Piaget
Tahap praoperasional
terentang antara usia 2 sampai 7 tahun. Pada tahap inilah konsep yang dibentuk
stabil, penalaran mental muncul, egosentrisme mulai kuat dan kemudian lemah, serta
keyakinan terhadap hal yang magis terbentuk.Pemikiran praoperasional juga
mencagkup peralihan penggunaan simbol yang primitif kepada yang lebih canggih.
Pemikiran praoperasional dapat dibagi menjadi 2 tahap, yaitu:
1) Subtahap
Fungsi Simbolis
Menurut (Sanrtock
hal: 228-229, 2002) menyatakan subtahap ini, anak-anak mengembangkan kemampuan
untuk membayangkan secara mental suatu obyek yang tidak ada. Kemampuan untuk
berpikir simbolis seperti ini disebut “fungsi simbolis”, dan kemampuan ini
mengembangkan secara cepat dunia mental anak. Contoh: anak-anak kecil
menggunakan desain corat-caret untuk menggambarkan manusia, rumah, mobil, awan
dan lain-lain.
Bentuk pemikiran pada tahap
praoperasional, adalah:
i.
Egosentrisme (Egocentrism): suatu ciri pemikiran praoperasional
anak yang menonjol. Egosentirme adalah suatu ketidakmampuan untuk membedakan
antara perspektif seseorang dengan perspektif orang lain.
ii.
Animisme (animism): bentuk lain pemikiranpraoperasional
adalah keyakinan bahwa obyek yang tidak bergerak adalah memiliki kualitas
“semacam kehidupan” dan dapat bertindak.
2) Sub Tahap
Pemikiran Intuitif
Subtahap pemikiran Intuitif adalah
kedua pemikiran Praoperasional yang terjadi pada usia 4 dan 7 tahun. Pada
subtahap ini, anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu
jawaban atas semua pertanyaan. Piaget menyebut waktu ini “Intuitif” karena
anak-anak berusia muda tampaknya begitu yakin tentang pengetahuan dan pemahaman
mereka, tetapi belum begitu sadar darimana mereka tahu apa yang mereka ketahui
itu.
Contoh: Anak-anak
pada usia praoperasional jika dihadapkan dengan obyek acak yang dapat
dikelompokkan bersama atas dasar dua atau lebih sifat, mereka jarang dapat
menggunakan sifat ini secara konsisten untuk meyortir objek-objek kedalam
kelompok-kelompok yang tepat. (Santrock, hal:231, 2002)
b.
Pemprosesan Informasi
Dua keterbatasan
dalam pemikiran anak-anak prasekolah ialah dalam hal perhatian dan ingatan,
yakni dua bidang yang terlibat dalam cara anak kecil memproses informasi.
Perhatian
Salah satu kekurangan
dalam perhatian selama tahun-tahun Prasekolah menyangkut dimensi-dimensi
tersebut yang menonjol atau penting dibandingkan dengan dimensi yang relevan
untuk memcahkan masalah atau mengerjakan suatu tugas dengan baik. Misalnya:
suatu masalah dapat memiliki kelucuan yang menyolok dan menarik perhatian yang
memberi arah bagi pemecahan suatu masalah. Setelah usia 6 aatau 7 tahun, anak
prasekolah mengikuti secara lebih efisien dimensi-dimensi tugas yang relevan
seperti pengarahan bagi pemecahan masalah. (santrock, hal: 234-235, 2002)
Memori
(ingatan)
Ingatan ialah suatu
proses sentral dalam perkembangan kognitif anak. Ingatan meliputi penyimpanan informasi terus
menerus.Diantara pernyataan yang menarik perhatian, tentang ingatan tahun-tahun
prasekolah ialah yang mencangkup ingatan jangka pendek.Ingatan jangka pendek
ialah individu menyimpan informasi selama 15 detik hingga 30 menit, dengan
asumsi tidak ada latihan atau pengulangan. (Santrock, hal:235, 2002)
Analisis Tugas
para pakar psikolog
pemprosesan informasi ialah tergugah minatnya oleh kemungkinan bahwa bila
tugas-tugas dibuat menarik dan sederhana, anak-anak dapat menunjukan kematangan
kognitif yang lebih besar daripada yang disadari oleh Piaget. Dengan
menyederhanakan masalah dan dibuat dimensi-dimensinya lebih mudah dipahami oleh
anak-anak, para peneliti mendemonstrasikan bahwa anak-anak prasekolah dapat
bernalar dengan silogisme. (Santrock, hal:236, 2002)
c.
Teori Pikiran Anak
Perkembangan
pengetahuan pertama adalah mengetahui bahwa pikiran itu ada. Pada anak usia
2-3 tahun, anak-anak mengembangakan pengetahuan bahwa manusia bisa “dikaitkan
secara kognitif” dengan objek-objek dan peristiwa-peristiwa diluar dengan cara
melihat, mendengar, menyukai, menginginkan takut akan objek dan lain
sebagainya. Berdasarkan kesadaran mereka akan hubungan stimuli, keadaan mental
dan perilaku, anak-anak kecil akan memiliki teori mental yang mendasar tentang
tindakan manusia. Anak berusia 3 tahun, sering dapat menyimpulkan keadaan
mental dan perilaku. Ketika anak-anak menggunakan bahasa spontan, mereka
terkadang menjelaskan tindakan dengan cara mengacu keadaan sebab-sebab mental.
Sebagai contoh: seorang anak berusia 3 tahun menjelaskan bahwa ia mengecat
tangannya karena ia menganggap tangannya seperti kertas, yang memberi makna
baru kepada istilah “cap jari”. (Berko, 1958 dalam Santrock, hal:238-239, 2002)
Anak-anak
mengembangakan suatu pemahaman bahwa suatu pikiran dapat menjelaskan objek dan
peristiwa secara akurat atau tidak akurat. Pemahaman dan keyakinan-keyakinan
yang keliru biasanya muncul pada anak usia 5 tahun atau 4 tahun, tetapi tidak
untuk anak berusia 3 tahun.
Akhirnya, anak-anak juga
mengembangkan suatu pemahaman bahwa pikiran secara aktif menengahi
interprestasi tentang kenyataan dan emosi yang dialami.Pada tahun-tahun sekolah
dasar, anak-anak berubah dari memandang emosi sebagai disebabkan oleh
peristiwa-peristiwa eksternal tanpa penengahan oleh keadaan internal, menjadi
memandang reaksi-reaksi emosional terhadap peristiwa eksternal, pengalaman atau
pengharapan-pengharapan sebelumnya. (Gneep 1989 dalam Santrock)
d.
Perkembangan Bahasa dan Bicara
Pemahaman anak-anak
berusia muda kadang-kadang melampaui kemampuan berbicara mereka.Banyak
keganjilan bahasa anak kecil terdengar seperti kesalahan ditelinga orang
dewasa.Namun, dari sudut pandang anak keil, mereka tidak salah. Mereka
menggunakan cara anak kecil dalam merasakan dan memahami dunia mereka pada masa
perkembanganya.
Elaborasi
Tahap-tahap Brown
Panjang rata-rata
pengucapan (mean Lenght Of Utterance, MLU) merupakan indeks yang baik untuk
melihat kematangan bahasa seorang anak.ia mengidentifikasikan lima tahap
perkembangan bahasa seorang anak berdasarkan MLU. Aspek-aspek lain dari tahap
itu meliputi rentang usia, kerakteristik dan kalimat khas. (Brown 1973, 1986
dalam Santrock)
Sistem
Aturan
Ketika anak-anak
bergerak melampaui pengucapan dua kata, ada bukti yang kuat bahwa mereka
mengetahui aturan-aturan morfologi. Anak-anak mulai menggunakan kata-kata
majemuk dan bentuk-bentuk possesive benda (seperti anjing dan anjingnya),
menaruh akhiran yang tepat pada kata-kata kerja (seperti –s bila subjeknya
ialah orang ketiga tunggal, -ed untuk past tense dan –ing untuk present
progressive tense). (Santrock, hal: 238, 2002)
Kemampuan Berbicara
Pada saat anak-anak
berusia 2 Tahun, mereka tidak lagi mengoceh dan tangis mereka sudah sangat
berkurang.Selama masa awal kanak-kanak, mereka memiliki keinginan yang kuat
untuk belajar berbicara.Hal ini disebabkan karena 2 hal yaitu berbicara
merupakan sarana pokok sosialisasi dan berbicara merupakan sarana untuk
memperoleh kemandirian.Untuk meningkatkan komunikasi, anakanak harus menguasai
2 tugas pokok yang merupakan unsure penting dalam belajar bicara. Pertama,
mereka harus meningkatkan kemampuan untuk mengerti apa yang dikatakan orang
lain dan kedua, mereka harus meningkatkan kemampuan berbicaranya sehingga dapat
dimengerti orang lain.
- Peningkatan dalam pengertian
Kemampuan mengerti sangat dipengaruhi cara anak mendengarkan
apa yang dikatakan kepadanya. Mendengarkan radio dan televise ternyata sangat
membantu karena mendorong anak untuk mendengarkan. Disamping itu kalau orang
berbicara dengan lambat dan jelas, menggunakan kata-kata yang sekiranya dapat
dimengerti juga dapat mendorong anak untuk mendengarkan dengan baik.
- Peningkatan dalam ketrampilan berbicara
Awal masa kanak-kanak umumnya merupakan saat berkembang
pesatnya penguasaan tugas pokok dalam belajar yaitu pengucapan kata-kata,
menambah kosakata dan membentuk kalimat.Ada bukti bahwa anak muda belia
sekarang berbicara lebih baik daripada generasi sebelumnya.Menurut McCarthy
(95) hal ini disebabkan karena berkembangnya radio dan televisi, semakin banyaknya
kebersamaan orang tua dan anak, membaiknya kondisi ekonomi dan berkurangnya
jumlah waktu anak dalam pengasuhan pengasuh berkemampuan terbatas. Bukti yang
lain adalah orang tua masa kini, terutama ibu lebih banyak bicara dengan
anak-anak karena ibu lebih banyak mempunyai waktu luang dan semakin banyak anak
berhubungan dengan teman sebayanya.
Pada awalnya, pembicaraan anak-anak bersifat egosentris.
Menjelang akhir awal masa kanak-kanak mulailah pembicaraan bersifat social dan
berbicara tentang orang lain disamping dirinya sendiri, namun banyak dari
pembicaraan social awal ini sebenarnya tidak bersifat social. Tetapi dengan
bertambah besarnya kelompok bermain, pembicaraan anak lebih bersifat social dan
tidak lagi egosentris.
Awal masa kanak-kanak terkenal sebagai masa tukang ngobrol,
karena sekali anak-anak dapat berbicara dengan mudah, ia tak putus-putusnya
berbicara. Factor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara adalah
intelegensi, jenis disiplin, posisi urutan, besarnya keluarga, status social
ekonomi, status ras, berbahasa dua, dan penggolongan peran seks.
- Teori Perkembangan Vigotsky
Zona Perkembangan Proximal
ZPD ialah istilah Vigotsky untuk
tugas-tugas yang terlalu sulit untuk dikuasai sendiri oleh anak-anak, tetapi
yang dapat dikuasai dengan bimbingan dan bantuan dari orang-orangdewasa atau
anak-anak yang terampil.oleh sebab itu, batas rendah ialah level pemecahan
masalah yang dicapai oleh seorang anak yang bekerja secara mandiri. Batas level
tinggi ialah level tanggungjawab tambahan yang dapat diterima oleh anak dengan
bantuan seorang instrukstur yang mampu. (Steward 1994 dalam Santhrock hal: 240)
Pembelajaran pada anak-anak yang baru berjalan memberikan
contoh bagaimana ZPD bekerja.Anak kecil yang baru berjalan harus dimotivasi dan
harus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang menuntut keterampilan yang
memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinngi, yaitu menuju zona yang paling
tinggi.Dalam suatu penelitian tentang hubungan antara ibu dan anak yang baru
belajar berjalan, pasangan itu ditugaskan untuk menyelesaikan sejumlah masalah
yang terdiri atas berbagai jumlah (sedikit objek vs banyak objek) dan berbagai kompleksitas
(perhitungan sederhana vs reproduksi angka). (Santrock, hal: 240, 2002)
Bahasa dan Pemikiran
Ada dua prinsip yang mempengaruhi penyatuan
pemikiran dan bahasa.Pertama, semua fungsi mental memiliki asal usuleksternal
atau sosial. Anank-anak harus menggunakan bahsa dan mengkomunikasikanya kepada
orang lain sebelum mereka berfokus ke dalam proses-proses mental mereka
sendiri. Kedua, nak-anak harus berkomunikasi secara eksternal dan menggunakan
bahsa selama periode waktu yang lama sebelum transisi dari kemampuan berbicara
secara eksternal ke internal berlangsung. Periode transisi ini terjadi pada
anak usia 3-7 tahun dan meliputi berbicara kepada dirinya sendiri. (Santrock
hal:241, 2002)
Teori Vigotsky menentang gagasan-gagasan Piaget tentang bahsa
dan pemikiran.Vigotsky menyatakan bahwa bahsa, bahkan dalam bentunya yang
paling awal adalah berbasis sosial, sementara Piaget menekankan pda cakapan
anak-anak yang bersifat egosentris dan berorientasi nonsosial. (Duncan, 1991
dalam Santrock hal:241, 2002)
kebudayaan dan Masyarakat
Teori Vigotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia
sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan
budaya.Ia menekankan bagaimana proses perkembangan mental seperti ingatan,
perhatian dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan
masyarakat seperti bahsa, sistem matematika dan alat peraga. Ia juga menekankan
bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang
sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut.
Vigotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat
instutisional maupun yang bersifat interpersonal. Dalam konteks Instutisional,
sejarah kebudayaan menyediakan organissasi dan alat-alat yang berguna bagi
kegiatan kognitif melalui intitusi seperti sekolah, penemuan seperti komputer
dan melek huruf.Level interersonal memiliki suatu pengaruh yang labih langsung
pada kefungsian mental anak. (Santrock hal:241, 2002)
- Pendidikan Masa Awal Anak-anak
Dengan meningkatnya pemahaman tentang bagaimana anak kecil
berkembang dan belajar, telah muncul penekanan yang lebih besar pada pendidikan
anak-anak kecil.
Taman Kanak-anak yang berpusat pada anak
program anak-anak sangat bervariasi.Beberapa pendekatan
lebih menekankan pada perkembangan kognitifnya. Di taman anak-anak yang
berpusat pada anak, pendidikan melibatkan seluruh anak dan mencakup kepedulian
akan perkembangan fisik, kognitif dan sosial anak. Pembelajaran diorganisasikan
sesuai dengan kebutuhan, minat-minat dan gaya belajar anak. Penekanan adalah
pada proses belajar dan buka pada apa yang dipelajari.
Setiap anak mengikuti suatu pola perkembangan yang unik, dan
anak-anak kecil paling baik mengikuti belajar melalui pengalaman tangan pertama
(langsung) dengan manusia dan benda-benda.Bermain sangat penting dalam
perkembangan total anak. Mencoba, menjelajahi, menemukan, menguji coba,
menginstruksi berbicara dan mendengar adalah kata-kata yang menggambarkan
program-program taman anak-anak yang bagus. Program didasarkan atas suatu
keadaan yang telah berlangsung, bukan atas suatu keadaan yang akan jadi
(Bellenger, 1983 dalam Santrock hal:242, 2002)
Praktik-praktik yang cocok dan tidak cocok Menurut Teori
Perkembangan dalam Pendidikan anak-anak kecil
sejumlah besar pendidik dan psikolog yakin bahwa anak-anak
prasekolah dan sekolah dasar paling baik belajar melalui metode-metode belajar
yang aktif dan bersifat konkrit seperti permainan dan bermain drama.Mereka juga
yakin bahwa sekolah harus berfokus pada peningkatan perkembangan sosial anak
dan juga perkembangan kognitifnya. Praktik yang cocok menurut teori
perkembangan adalah yang didasarkan pada pengetahuan tentang perkembangan anak
dalam suatu rentang usia (kecocokan usia) dan juga keunikan anak (kecocokan
individu). Praktik yang cocok berbeda dengan praktik yang tidak cocok, yang
mengabaikan pendekatan belajar yang bersifat konkrit dan aktif.Pada umumnya
pembelajaran langsung melalui kegiatan yang bersifat abstrak dan melalui kertas
dan pensil yang diberikan kepada sejumlah anak kecil diyakini sebagai praktik
yang tidak cocokmenurut teori perkembangan. (Santrock, hal:242, 2002)
apakah ada Persoalan jika Anak-anak masuk Sekolah
sebelum Taman Kanak-anak?
peningkatan jumlah prasekolah publik menegaskan pertumbuhan
keyakinan bahwa pendidikan masa anak-anak harus menjadi suatu unsur yang sah
dari pendidikan publik, tentu ada bahayanga (menurut Elkind, 1988 dalam
Santrock hal:243-245, 2002), pendidikan masa awal anak-anak seringkali tidak
dipahami dengan baik ditingkat pendidikan yang lebih tinggi. Bahayanya ialah
jika pendidikan prasekolah publik bagi anak-anak usia 4 tahun anak menjadi
tidak lebih dari “perluasan kebawah” dari pendidikan dasar Tradisional.
Pengaruh Pendidikan Masa Awal Anak-anak
menurut Clarke-Stewart dan Fein 1983 dalam Santrock hal 247,
2002) menyimpulkan bahwa anak-anak yang mengikuti prasekolah atau taman
anak-anak:
- Berinteraksi
lebih bnayak dengan rekan-rekan sebayanya, secara
positif maupun negatif
- Kurang
kooperatif dengan dan kurangresposif terhadap orang-orang dewasa
dibanding anak-anak yang diasuh di rumah.
- Lebih
berkompeten dan dewasa secara lebih percaya diri, mandiri,
mengekspresikan diri secara verbal, mengetahui dunia sosial, bisa
menyesuaikan diri dengan keadaan sosial dan keadaan tidak menyenangkan,
dan menyesuaikan diri dengan lebih baik ketika meraka masuk sekolah.
- Kurang
berkompeten secara sosial dalam arti kurang sopan, kurang tunduk terhadap
tuntutan-tuntutan guru, lebih berisik, lebih agresif, dan lebih bossy,
utamanya bila sekolah atau keluarga mendukung perilaku tersebut.
- Perkembangan Sosial-Emosional pada Masa
Kanak-kanak Awal
- Emosi Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak-kanak emosinya kuat dan tidak
seimbang.Emosi pada awal masa kanak-kanak ditandai oleh ledakan amarah yang
kuat, ketakutan yang hebat dan iri hati yang tidak masuk akal.Emosi yang umum
pada awal masa anak-anak adalah amarah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati,
gembira, sedih dan kasih sayang.Amarah dianggap sesuai untuk anak laki-laki,
maka sepanjang masa awal kanak-kanak, anak laki-laki lebih banyak menunjukkan
amarah yang hebat daripada anak perempuan.
- Sosialisasi Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Awal masa kanak-kanak serin disebut sebagai masa
prakelompok.Dasar untuk sosialisasi diletakkan dengan meningkatnya hubungan
antara anak dengan teman sebayanya. Pola sosialisasi awal, antara usia 2 dan 3
tahun, anak menunjukkan minat yang nyata untuk melihat anak-anak lain dan
berusaha mengadakan kontak social dengan mereka. Ini dikenal sebagai bermain
sejajar, perkembangan berikutnya adalah bermain asosiatif dan selanjutnya
bermain kooperatif.
Pola perilaku sosial dan tidak sosial
|
Pola sosial
|
Pola tidak sosial
|
|
|
|
|
|
|
|
|
- Perilaku berkuasa memikirkan diri sendiri
|
|
|
- Mementingkan diri sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bentuk Perilaku Awal dalam Pelbagai Situasi Sosial
Dalam penelitian longitudinal terhadap sejumlah anak,
Waldrop dan Halverson melaporkan bahwa anak yang pada usia 2,5 tahun bersikap ramah
dan aktif secara social akan terus bersikap seperti itu sampai usia 7,5tahun,
sehingga disimpulkan sikap social pada 7,5 tahun diramalkan oleh sikap social
pada 2,5 tahun.
Banyak keluarga dan pendidik anak usia dini menekankan
pentingnya perkembangan sosial selama masa kanak-kanak awal atau tahun-tahun
prasekolah. Aspek-aspek perkembangan sosial emosional anak-anak prasekolah
dapat menjadi bagian integral dari perkembangan arera lainnya, seperti
perkembangan kognitif dan perkembangan motorik.
Beberapa pakar yakin bahwa kasih sayang seorang pengasuh
selama beberapa tahun pertama kehidupan merupakan ramuan kunci dalam
perkembangan sosial anak, meningkatkan kemungkinan anak akan berkompeten secara
sosial dan menyesuaikan diri dengan baik pada tahun-tahun prasekolah
sesudahnya.
Bentuk-bentuk pengasuhan dalam keluarga nantinya juga akan
mempengaruhi bagaimana perkembangan sosio-emosional anak. Berikut merupakan
pola-pola pengasuhan:
- Pengasuhan yang otoriter (authoritarium parenting) ialah suatu gaya
membatasi dan menghukum yang menuntut anak untuk mengikuti
perintah-perintah orang tua dan menghormati pekerjaan dan usaha. Orang tua
yang otoriter menetapkan batas-batas yang tegas dan tidak memberi peluang
yang besar kepada anak-anak untuk berbicara (bermusyawarah). Pengasuhan
yang otoriter diasosiasikan dengan inkompetensi sosial anak-anak.
- Pengasuhan yang otorotatif (authoritative parenting) mendorong
anak-anak agar mandiri tetapi masih menetapkan batas-batas dan
pengendalian atas tindakan-tindakan mereka. Musyawarah verbal yang
ekstensif dimungkinkan, dan orang tua memperlihatkan kehangatan serta
kasih sayang kepada anak. Pengasuhan yang otoritatif diasosiasikan dengan
kompetensi sosial anak-anak.
- Pengasuhan yang permisif-indifferent ialah suatu gaya
di mana orang tua sangat tidak terllibat dalam kehidupan anak; tipe
pengasuhan ini diasosiasikan dengan inkompetensi sosial anak, khususnya
kurangnya kendali diri.
- Pengasuhan yang permissive-indulgent ialah suatu gaya
pengasuhan di mana orang tua sangat terlibat dalam kehidupan anak-anak
mereka tetapi menetapkan sedikit batas atau kendali terhadap mereka.
Pengasuhan yang permissive-indulgent diasosiasikan dengan inkompetensi
sosial anak, khususnya kurangnya kendali diri.
(Santrock, 2002; hal:257-259)
Orang tua juga perlu menyesuaikan perilaku mereka terhadap
anak, yang didasarkan atas kedewasaan perkembangan anak. Orang tua tidak boleh
memperlakukan anak berusia 5 tahun sama dengan anak yang berusia 2 tahun.
Anak-anak yang berusia 5 tahun dan 2 tahun memiliki kebutuhan-kebutuhan dan
kemampuan-kemampuan yang berbeda.
Dalam semua tahapan usia, teman-teman terbagi menjadi 3
kelompok sesuai perannya, yaitu:
- Rekan
Rekan adalah orang yang memuaskan kebutuhan akan temandengan
berada dalam lingkungan yang sama dimana ia dapat dilihat dan didengar , namun
tidak ada interaksi antara individu dan rekan.
- Teman
Bermain
Teman bermain adalah orang dengan siapa individu terlibat
dalam kegiatan yang menyenangkan dimana dilihat dari kesamaan minat
ketrampilan.
- Teman
Baik
Teman baik adalah bukan hanya teman bermain yang cocok
tetapi juga seseorang pada siapa individu dapat berkomunikasi dengan bertukar
pendapat dan saling dipercaya dengan saling memberi nasihat.
Pada masa awal kanak-kanak, teman-teman terutama terdiri
dari rekan, teman bermain dan biasanya sedikit yang berperan sebagai teman
dalam awal masa kanak-kanak.Anak tidak saja bermain tetapi juga saling
mengungkapkan perasaan, emosi, minat dan cita-cita. Dalam memilih teman, anak
lebih menyukai teman yang usia dan tingkat perkembangannya sama.
Teman Pengganti
Kalau kebutuhan berteman tidak terpenuhi baik karena
keterpencilan geografis ataupun perbedaan tingkat perkembangan pada
teman-temannya maka untuk mengisi kekurangan itu dengan cara mengadakan teman
bermain khayal yaitu teman yang merupakan hasil khayalan anak atau dengan
memperlakukan binatang kesayangan sebagai orang yang sungguh-sungguh.
Bermain Pada Masa Kanak-Kanak
Pada masa awal kanak-kanak sering disebut sebagai tahap
mainan, karena dalam periode ini hampir semua permainan menggunakan mainan.
- Bermacam-macam minat bermain
Minat bermain anak-anak mengikuti suatu pola yang sangat
dipengaruhi oleh kematangan dalam bentuk permainan tertentu oleh lingkungan
diamana ia di besarkan. Anak laki-laki lebih sadar dari pada anak perempuan
tentang kesesuaian mainannya dengan jenis kelamin dan menunjukkan minat lebih
luas dari pada anak perempuan.
- Pola bermain masa awal kanak-kanak
- Bermain
dengan Mainan
Pada permulaan masa awal kanak-kanak, beermain dengan mainan
merupakan bentuk yang dominan.
- DramatisasiSekitar
usia tiga tahun dramatisasi terdiri dari permainan dngan meniru
pengalaman-pengalaman hidup kemudian anak-anak bermain pura-pura dengan
teman-temannya.
- Kontruksi
Anak-anak membuat bentuk-bentuk benda tiruan dengan menyusun
balok, pasir, manik-manik dll.
- Permainan
Dalam tahun keempat anak lebih menyukai bermain dengan teman
sebayanya dari pada dengan orang dewasa.
- Membaca
Anak-anak senag dibacakan dan melihat gambar-gambar dari
buku.
- Film,
Radio dan Televisi
Anak mulai senang menikmati hiburan dengan menonton film,
mendengarkan radio serta melihat acara-acara anak di televise.
- Perkembangan Moral pada Masa Kanak-kanak Awal
Perkembangan moral pada awak masa kanak-kanak masih tingkat
yang rendah. Hal ini disebabkan karena peerkembangan intelektual masa
kanak-kanak belum mencapai titik dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan
prinsip-prinsip abstrak benar atau salah dan tidak mempunyai dorongan untuk
mematuhi peraturan-peraturan karena tidak mengerti manfaatnya sebagai anggota
kelompok sosial.
- Pandangan Piaget tentang Bagaimana Penalaran Moral
Anak-anak berkembang
Heteronomous morality ialah tahap pertama perkembangan moral
menurut teori Piaget, yang terjadi kira-kira pada usia 4 hingga 7 tahun.
Keadilan dan aturan-aturan dibayangkan sebagai sifat-sifat dunia yang tidak
boleh berubah, yang lepas dari kendali manusia. Autonomuos morality ialah tahap
kedua perkembangan awal menurut teori Piaget, yang diperlihatkan oleh anak-anak
yang lebih tua (kira-kira usia 10 tahun dan lebih). Anak menjadi sadar bahwa
aturan-aturan dan hukum-hukum diciptakan oleh manusia dan dalam menilai suatu
tindakan, seseorang harus mempertimbangkan maksud-maksud pelaku dan juga
akibat-akibatnya.Anak-anak berusia 7 hingga 10 tahun berada di dalam suatu
transisi di antara dua tahap, menunjukkan beberapa ciri dari keduanya.
Piaget berpendapat bahwa, seraya berkembang, anak-anak juga
menjadi lebih canggih dalam berpikir tentang persoalan-persoalan sosial,
khususnya tentang kemungkinan –kemungkinan dan kondisi-kondisi kerjasama.Piaget
yakin bahwa pemahaman sosial ini terjadi melalui relasi-relasi teman sebaya
yang saling memberi dan menerima.
(Santrock, 2002; hal:287-288)
- Perilaku Moral
Studi tentang perilaku moral telah dipengaruhi oleh teori belajar
sosial.Proses-proses penguatan, penghukuman, dan peniruan digunakan untuk
menjelaskan perilaku moral anak-anak. Bila anak-anak diberi hadiah atas
perilaku yang sesuai dengan aturan dan perjanjian sosial, mereka akan
mengulangi perilaku itu. Bila model yang berperilaku secara model diberikan,
anak-anak akan meniru tindakan sang model tersebut. Dan bila anak-anak dihukum
atas perilaku yang tidak bermoral, perilaku itu akan berkurang atau hilang.
Tetapi karena hukuman memiliki akibat sampingan yang berbeda, hukuman perlu
digunakan secara bijaksana dan hati-hati.
Hal penting lain yang perlu dipikirkan mengenai pandangan
belajar sosial tentang perkembangan moral: perilaku moral dipengaruhi secara
ekstensif oleh situasi. Apa yang dilakukan oleh anak-anak dalam situasi
seringkali hanya kurang terkait dengan apa yang mereka lakukan pada
situasi-situasi lain.
(Santrock, 2002; hal:288)
C.
MASA KANAK-KANAK AKHIR
- Tugas-Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir
Masa kanak-kanak
akhir sering disebut sebagai masa anak sekolah dasar.Pada masa ini, anak sudah
banyak bergaul dengan orang-orang di luar rumah, baik dengan lingkungan sekitar
rumah, teman sebaya, maupun lingkungan sekolah.
Sebelum mengetahui
tugas-tugas perkembangan pada masa kanak-kanak akhir, perlu diketahui dulu
tujuan dari tugas perkembangan pada anak. Tujuan dari tugas perkembangan yaitu
pertama, sebagai pedoman untuk membantu para orang tua dan guru guna mengetahui
apa yang harus dipelajari anak pada usia tertentu, tapi yang akan dibahas hanya
pada masa kanak-kanak akhir. Kedua, menimbulkan motivasi bagi anak untuk
belajar hal-hal yang diharapkan masyarakat dari mereka pada usia tersebut.
Ketiga, menunjukkan pada orang tua dan guru tentang apa yang diharapkan dari
anak pada masa mendatang.
Adapun tugas-tugas perkembangan pada
masa kanak-kanak akhir adalah:
1. Belajar keterampilan fisik yang
diperlukan untuk bermain
2. Sebagai makhluk yang sedang tumbuh,
mengembangkan sikap yang sehat mengenai diri sendiri
3. Belajar bergaul dengan teman sebaya
4. Mulai mengembangkan peran sosial pria
dan wanita
5. Mengembangkan keterampilan-keterampilan
dasar untuk membaca, menulis dan berhitung
6. Mengembangkan pengertian-pengertian
yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
7. Mengembangkan kata batin, moral, dan
skala nilai
8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok
sosial dan lembaga
9. Mencapai kebebasan pribadi
- Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir
Masa kanak-kanak
akhir terjadi pada anak usia sekitar 6-13 tahun. Lebih rincinya, Hurlock (1997:
38) menjelaskan bahwa anak perempuan mengalami perkembangan kanak-kanak akhir
pada usia 6-13 tahun dan 6-14 tahun pada anak laki-laki. Hal itu berbeda karena
perbedaan periode dimana terjadi kematangan seksual dan masa remaja anak
laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Bahkan, pada usia dan jenis kelamin
yang sama, belum tentu mempunyai masa perkembangan yang berbeda. Seperti yang
dikatakan Hurlock (1997: 39), semua anak biasanya melalui periode perkembangan
yang berbeda pada sekitar usia yang sama.Permulaan
masa kanak-kanak akhir ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu sekolah
dasar. Masuk kelas satu merupakan peristiwa penting bagi kehidupan setiap anak,
sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai dan perilaku.
Dunia anak adalah
dunia bermain.Pada masa ini, hampir semua waktunya digunakan untuk bermain
untuk mendapatkan kebahagiaan. Sehingga, ada yang beranggapan bahwa masa
kanak-kanak merupakan masa bahagia. Dengan pengetahuan itu, akan menbantu orang
tua dan guru untuk bisa mengonsep pendidikan yang menarik dan tidak membuat
anak bosan, misalnya pelajaran yang disajikan dalam bentuk permainan. Itulah
perlunya mempelajari perkembangan anak.
Secara umum,
perkembangan manusia mencakup perkembangan fisik, perkembangan kognitif,
perkembangan bahasa, perkembangan moral, perkembangan emosi dan perkembangan
sosial. Yang akan dibahas dalam makalah ini adalah perkembangan yang terjadi
pada masa kanak-kanak akhir, yaitu masa dimana anak menenpuh pendidikan di
sekolah dasar.
a. Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik
yang terjadi pada masa kanak-kanak akhir cenderung lebih stabil atau tenang.
Menurut Andre akhir masa kanak-kanak merupakan
periode pertumbuhan yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi
perubahan-perubahan pubertras, kira-kira dua tahun sebelum anak secara seksual
menjadi matang pada saat mana pertumbuhan dan perkembangan pesat. Anak
menjadi lebih tinggi, lebih berat, lebih kuat serta belajar berbagai
keterampilan, sehingga, peran kesehatan dan gizi sangat penting dalam
pertumbuhan dan perkembangan anak.
Perubahan nyata yang
terjadi pada masa kanak-kanak akhir terlihat pada sistem tulang, otot dan
keterampilan gerak.Bahkan, pada masa ini, kemajuan keterampilan gerak sangat
menonjol, misalnyaberlari, memanjat, melompat, berenang, naik sepeda, adalah
kegiatan fisik dan keterampilan gerak yang banyak dilakukan oleh anak.Pada
prinsipnya selalu aktif bergerak penting bagi anak. Menurut Rita, dkk (2008:
105), kegiatan fisik sangat perlu untuk mengembangkan kestabilan tubuh dan
kestabilan gerak serta melatih koordinasi untuk menyempurnakan berbagai
keterampilan.
Perbedaan seks dalam
pertumbuhan fisik menonjol dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hampir tidak
tampak.
b. Perkembangan Kognitif
Menurut Piaget (Siti,
1995: 52-53), masa kanak-kanak akhir tergolong pada masa Operasi Konkret (Concret
Operational Thought), artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek –
objek peristiwa nyata atau konkrit. Dalam upaya memahami alam sekitarnya,
mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari
pancaindera, karena ia mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang
tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya yaitu pada usia 7-12 tahun.
Konsep yang pada awal masa kanak-kanak samar-samar menjadi lebih konkret.Anak
mampu berfikir logis walaupunmasih terbatas pada masa sekarang.
Proses-proses dalam tahapan operasional konkret antara lain:
- Pengurutan:
kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri
lainnya.
- Klasifikasi:
kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda
menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan
bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam
rangkaian tersebut.
- Decentering:
anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk
bisa memecahkannya.
- Reversibility:
anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian
kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan
bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.
- Konservasi:
memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak
berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda
tersebut.
- Penghilangan
sifat Egosentrisme: kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang
orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah).
Perkembangan kognitif anak meliputi perkembangan memori,
perkembangan pemikiran kritis, dan perkembangan kreatifitas.
- Perkembangan
memori
Matlin (1994) menyebutkan 4 macam strategi memori yang
penting, yaitu:
- Rehearsal (Pengulangan): Suatu strategi
meningkatkan memori dengan cara mengulang berkali-kali informasi yang
telah disampaikan.
- Organization (Organisasi): Pengelompokan dan
pengkategorian sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Seperti,
anak SD sering mengingat nama-nama teman sekelasnya menurut susunan dimana
mereka duduk dalam satu kelas.
- Imagery (Perbandingan): Membandingkan sesuatu dengan tipe dari
karakteristik pembayangan dari seseorang.
- Retrieval (Pemunculan Kembali): Proses
mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. Ketika
suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah
meori, mereka akan menggunakannya secara spontan.
- Perkembangan
pemikiran kritis.
Pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam,
mempertahankan pikiran agar tetap terbuka, tidak mempercayai begitu saja
informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber serta mampu befikir secara
reflektif dan evaluatif.
- Perkembangan
kreativitas
Anak-anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru.Daya kreativitasnya berkembang menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
Perkembangan kognitif menunjukan kemampuan berfikir anak
berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih rumit dan abstrak
dan juga semakin berfungsi.Anak sudah lebih mampu berfikir, belajar, mengingat,
memahami, berkomunikasi, dan memecahkan masalah.
- Perkembangan Bahasa
Perbendaharaan kosakata dan cara menggunakan kalimat
bertambah kompleks. Anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan
padat, serta dapat menerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat. Pada
masa ini perkembangan bahasa akan lebih terlihat pada perbendaharaan kata.
Anak-anak semakin banyak menggunakan kata kerja yang tepat, tidak lagi
manggunakan banyak kata-kata tetapi juga memilih kata yang tepat.Untuk lebih
menunjang peningkatan bahasa anak di perluakn belajar membaca dan
menulis.Membaca dan menulis dapat meningkatkan kemampuan menganalisis kata
sehingga membantunya untuk mengerti yang tidak secara lansung berhubungan dengan
pengalaman pribadinya.
Demikian pula dalam peningkatan tata bahasa. Anak bisa
membandingkan anta desa dan kota, saudara kandung dan sepupu atau hal- hal
lainnya sehingga dapat mengunkapkan dengan lebih pendek. Anak dapat berbicara
dengan lebih efektif, lebih dalam, dan sering bersifat subjektif.Selain itu
juga anak lebih mengenal dan mengguanakan atura-aturan dalam tata bahasa.
- Perkembangan
Bicara
Salah satu alat komunuikasi yang terpenting adalah
berbicara. Dan bahasa menjadi sangat penting karena ketika kita tidak bisa
memaknai pembicaraan orang lain maka komunikasi tidak akan berjalan dengan
baik. Dengan adanya peningkatan bahasa anak maka pembicaraan anak akan lebih
terkendali dan terseleksi. Dengan adanya perbendaharaan kata dan tata bahasa
yang baik akan menunjang bicara anak.
- Minat
Membaca
Pada usia 8 tahun minat membaca anak-anak semakin meningkat.
Anak laki-laki menyukai hal yang lebih nyata sementara anak perempuan menyukain
hal-hal yang lebih fiksi matau cerita. Perhatian membaca mencapai puncaknya
pada usia 10-12. Dimana materi bacaan anak-anak semakin luas sehingga
perbendaharaan kata dan tata bahasa sebagai bekal untuk berbicara dan
berkomunikasi semakin baik.
- Perkembangan Moral
Perkembangan moral ditandai dengan kemampuan anak untuk memahami
aturan, norma dan etika yang berlaku di masyarakat. Perkembangan moral meliputi
perubahan perasaan, pikiran, dan tingkah laku.Perilaku moral seseorang dalam
masyarakat banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua serta perilaku moral
dari orang-orang disekitarnya.Artinya, lingkungan juga mempengaruhi
perkembangan moral seseorang.Ada dua dimensi dalam perkembangan moral, yaitu
dimensi intrapersonal dan dimensi interpersonal.
- Dimensi
intrapersonal: mengatur aktifitas seseorang ketika dia tidak ikut serta
dalam interaksi social.
- Dimensi
interpersonal: mengatur interaksi sosial seseorang dan konflik keadilan.
Bagaimana cara berfikir anak-anak mengenai persoalan moral
mendorong Jean Piaget mengamati dan mewawancarai anak-anak dari usia 4 sampai
12 tahun. Menurut Piaget dalam Life Span Development (Santrock:2002)
antara usia 5-12 tahun konsep anak mengenai keadilan sudah berubah. Piaget
menyimpulkan konsep berfikir anak mengenai keadilan dalam dua perbedaan
berdasarkan perkembangan kedewasaannya, yaitu :
- Moralitas
heteronomous
Merupakan tingkatan pertama dari perkembangan moral yang
terjadi pada anak usia 4 sampai 7 tahun. Keadilan dan peraturan dibayangkan
sebagai sifat dari dunia yang tidak dapat berubah.
- Moralitas
autonomous
Merupakan tingkatan kedua dari perkembangan moral.
Ditampakkan oleh anak yang lebih tua yaitu sekitar usia 10 tahun. Anak menjadi
sadar bahwa peraturan dan hukuman dibuat oleh orang-orang dan dengan demikian
dalam menilai sebuah tindakan, seseorang seharusnya mempertimbangkan maksud atau
tujuan tindakan dan akibat dari tindakan tersebut.
Anak-anak yang lebih tua yaitu sekitar usia 10 tahun, mereka
percaya bahwa aturan adalah subjek untuk berubah, dan menyadari bahwa hukuman
tidak selalu mengikuti perbuatan salah. Misalnya bagi anak usia 5 tahun
berbohong adalah hal buruk, tetapi bagi anak yang lebih besar sadar bahwa dalam
beberapa situasi berbohong adalah dibenarkan.
Kohlberg memperluas teori Piaget dan menyatakan adanya enam
tahap perkembangan moral.Keenam tahapan tersebut terjadi pada tiga tingkatan,
yakni prakonvensional, konvensional, dan pascakonvensional (Santrock,
2002:316).
Pada tahap prakonvensional , anak peka terhadap
peraturan-peraturan yang berlatar belakang budaya dan terhadap penilaian baik
buruk, benar salah tetapi anak mengartikannya dari sudut akibat fisik suatu
tindakan. Tahap ini ada dua tingkatan :
- Heteronomous: moral berfikir sering dikaitkan
dengan hukuman. Missal anak-anak mematuhi orang dewasa karena orang dewasa
member itahu mereka untk mematuhi.
- Individualism, instrumental purpose and exchange: individu
mengikuti kepentingan mereka sendiri tetapi juga mengajak yang lainnya
mengerjakan hal yang sama. Jika orang di sekitarnya merasa senang dengan
mereka maka mereka juga akan merasa senang dengan orang di sekitarnya.
Tahap konvensional merupakan suatu tahapan dimana memenuhi
harapan-harapan keluarga, kelompok atau agama dianggap sebagai sesuatu yang
berharga pada dirinya sendiri, anak tidak peduli apapun akan akibat-akibat
langsung yang terjadi. Ada dua tingkatan dalan tahap ini :
- Mutual Interpersonal expectation, relationship, and
interpersonal conformity: individu menilai kepercayaan, kepedulian dan
kesetiaan dengan lainnya sebagai dasar dari pertimbangan moral. Anak
sering mengikuti moral baku orang tua mereka dan mencoba untuk menjadi
anak baik.
- Social systems morality: pertimbangan
moral berdasarkan pada pemahaman permintaan social, hukum, keadilan dan
kewajiban.
Tahap pascakonvensional ditandai dengan adanya usaha yang
jelas untuk mengartikan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip tersebut terlepas
apakah individu yang bersangkutan termasuk kelompok itu atau tidak.
Beberapa ciri perkembangan moral anak pada masa anak-anak
akhir yaitu:
- Berkurangnya
rasa ego
- Peningkatan
dalam hal pemeliharaan, misalnya:
- Mau
memelihara alat permainannya
- Mengelompokan
benda sesuai jenisnya masing-masing.
- Mulai
memperhatikan dan menerima pandangan orag lain.
- Perkembangan
pengertian tentang perhitungan seperti jumlah, panjang, luas dan besar.
- Pemahaman
tentang konsep ruangan, kausalitas, ketegorisasi, konversi dan penjumahan
lebih baik. Mereka sudah dapat menemukan jalan daari rumah ke sekolah pada
usia 6 sampai 7 tahun. Juga mempunyai ide yang lebih baik tentang jarak
dari suatu tempat ke tempat lain, lama waktu tempuh, rute dan tanda-tanda
jalan.
- Keputusan
anak akan sebab akibat akan meningkat. Juga kemampuan anak dalam
memecahkan masalah misalnya dalam perhitungan matematika anak-anak
mengguanakan jari atau benda lain.
- Anak-anak
pada masa operasi konkret berfikir induktif. Maksudnya adalah berdasarkan
observasi tentang segala sesuatu yang terjadi di masayarakat dan
lingkungan.
- Perkembangan Emosi
Emosi memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan
anak.Akibat dari emosi ini juga sering dirasakan oleh fisik anak terutama bila
emosi itu kuat dan berulang-ulang.Seorang anak dengan kondisi keluarga yang
kurang atau tidak bahagia, rasa rendah diri, memungkinkan terjadinya tekanan
perasaan atau emosi. Emosi yang nyata misalnya : takut, amarah, cemburu,
irihati kerapkali disebut sebagai emosi yang tidak menyenangkan atau
“unpleasant emotion” yang merugikan perkembangan anak. Sebaliknya emosi
yang menyenangkan atau “pleasant emotion’’seperti : kasih sayang,
kebahagiaan, rasa ingin tahu, suka cita, tidak saja membantu perkembangan anak
tetapi sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan anak.
Menginjak usia sekolah, anak mulai menyadari bahwa
pengungkapan emosi secara kasar tidak dapat diterima di masyarakat. Maka dari
itu mereka belajar mengontrol dan mengendalikan emosi (Syamsu Yusuf,
2007:97).Cara mereka mengendalojan emosi biasanya dengan meniru perilaku
orang-orang disekitarnya kemudian melatihnya sehingga mereka dapat mengontrol
emosi dengan sendirinya. Hurlock (1997,116) menyatakan bahwa ungkapan emosi
yang muncul pada masa ini masih sama dengan masa sebelumnya, seperti: amarah,
takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih, dan kasih sayang.
Ciri-ciri emosi masa kanak-kanak akhir adalah:
- Emosi
anak berlangsung relatif singkat, hanya beberapa menit dan sifatnya
tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena emosi anak menampakkan dirinya di
dalam kegiatan atau gerakan yang nampak, sehingga menghasilkan emosi yang
pendek, tidak seperti pada orang dewasa yang dapat berlangsung lama.
- Emosi
anak kuat atau hebat, hal ini terlihat bila anak : takut, marah atau
sedang bersenda gurau. Mereka akan tampak marah sekali, takut sekali
meskipun kemudian cepat hilang. Lain halnya dengan orang dewasa, meskipun
takut namun ketakutannya tidak begitu tampak.
- Emosi
anak mudah berubah. Emosi anak sering berubah, saling berganti-ganti
emosi, dari emosi susah ke emosi senang dan sebaliknya dalam waktu yang
singkat.
- Emosi
anak nampak berulang-ulang. Hal ini timbul karena anak dalam proses
perkembangan ke arah kedewasaan yang harus menyesuaikan terhadap situasi
di luar, dan hal ini dilakukan secara berulang-ulang.
- Respon
emosi anak berbeda-beda. Pengamatan terhadap anak dengan berbagai tingkat
usia menunjukkan bervariasinya respon emosi. Pengalam belajar dari
lingkunannya membentuk tingkah laku dengan perbedaan emosi secara
individual.
- Emosi
anak dapat diketahui atau dideteksi dari gejala tingkah lakunya. Meskipun
anak kadang-kadang tidak memperlihatkan reaksi emosi yang nampak dan
langsung, namun emosi itu dapat diketahui dari tingkah lakunya.
- Emosi
anak mengalami perubahan dalam kekuatannya. Suatu ketika emosi itu begitu
kuat, kemudian berkurang, emosi yang lain mula-mula lemah berubah menjadi
kuat.
- Perubahan
dalam ungkapan-ungkapan emosional. Anak-anak memperlihatkan keinginan yang
kuat terhadap apa yang mereka inginkan. Ia tidak mempertimbangkan bahwa
keinginan itu merugikan baik untuk dirinya maupun orang lain.
Emosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perilaku
individu termasuk perilaku belajar. Jika emosi anak sedang tidak baik, seperti
perasaan tidak senang, kecewa, marah dan sebagainya maka proses belajar akan
mengalami hambatan. Maka dari itu perlu bagi pendidik untuk menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
- Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan perilaku
yang sesuai dengan tuntutan sosial. Menjadi orang yang mampu bermasyarakat
(sosialized) memerlukan tiga proses. Masing-masing proses terpisah dan sangat
berbeda satu sama lain, tetapi saling berkaitan, sehingga kegagalan dalam satu
proses akan menurunkan kadar sosialisasi individu. Ketiga proses tersebut
adalah belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial, memainkan peran
sosial yang dapat diterima, dan perkembangan sikap sosial.
Perkembangan emosi tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan
sosial, yang sering disebut sebagai perkembangan tingkah laku sosial. Ciri yang
membedakan manusia dengan makhluk lain adalah ciri sosialnya. Sejak lahir anak
dipengaruhi oleh lingkungan sosial, orang-orang disekitarnyalah yang banyak
mempengaruhi perilaku sosialnya.
Dunia sosio-emosional anak menjadi semakin kompleks dan
berbeda pada masa ini.Interaksi dengan keluarga dan teman sebaya memiliki peran
yang penting.sekolah dan hubungan dengan guru menjadi hal yang penting dalam
hidup anak. Pemahaman tentang diri dan perubahan dalam perkembangan gender dan
moral menandai perkembangan anak selama masa kanak-kanak akhir.
- Kegiatan
Bermain
Dibanding dengan masa sebelumnya, pada masa ini anak sudah
mulai masuk sekolah sehingga anak mau tidak mau akan mengurangi waktu
bermainnya. Bermain sangat penting bagi perkembangan fisik, psikis dan banyak
memberikan berbagai pengalaman berharga.Bermain secara kelompok memberikan
peluang dan pelajaran untuk anak untuk berinteraksi, bertenggang rasa dengan
sesama teman.
Permainan yang disukai cenderung permainan yang berkelompok,
kecuali bagi anak yang kurang diterima di kelompok.Bermain yang sifatnya
menjelajah, sangat mengasyikan bagi anak.Permainan konstruktif yaitu membangun
atau membentuk sesuatu adalah bentuk permainan yang juga disukai anak dan dapat
mengembangkan kreativitas anak.Bernyanyi juga merupakan bentuk kegiatan kreatif
lainnya.Permainan berkelompok lainnya, misalnya olah raga seperti sepak bola
dan volley, permainan ini mambantu perkembangan otot dan pembentukan tubuh.
- Teman
Sebaya
Teman sebaya pada umumnya adalah teman sekolah dan atau
teman bermain di luar sekolah.Pengaruh teman sebaya sangat besar bagi arah
perkembangan anak baik yang bersifat positif maupun negatif.Pengaruh positif
terlihat pada pengembangan konsep diri dan pembentukan harga diri.Hanya
ditengah-tengah teman sebaya anak bisa merasakan dan menyadari bagaimana dan
dimana kedudukan atau posisi dirinya. Teman sebaya memberikan cara bagaimana
bergaul di masyarakat. Sebaliknya, teman sebaya juga memiliki kemungkinan
memberikan pengaruh negatif, seperti merokok,mencuri, membolos, menipu serta
perbuatan antisosial lainnya. Minat terhadap kegiatan kelompok mulai
timbul.Mereka memiliki teman-teman sebaya untuk melakukan kegiatan
bersama.Kegiatan dengan teman sebaya ini meliputi belajar bersama, melihat
pertunjukkan, bermain, masak memasak dan sebagainya.Mereka sering melakukan
kegiatan yang biasanya dilakukan oleh orang dewasa.
Keinginan untuk diterima dalam kelompok sangat besar.Anak
berusaha agar teman-teman dikelompoknya menyukai dirinya.Anak yang populer
cenderung sebagai anak yang terbaik dan jarang atau tidak pernah tidak disukai
oleh teman-temannya.Para peneliti menemukan bahwa anak yang populer pada
umumnya memberikan semangat, mendengarkan dengan baik, memelihara komunikasi
dengan teman, bahagia, menunjukkan entusiame dan peduli pada orang lain,
percaya diri tanpa harus sombong.
Wentztal dan Asher menyatakan para pakar perkembangna
membedakan 3 tipe anak yang tidak populer yaitu:
- Anak
yang diabaikan(neglected children): yaitu anak yang jarang
dinominasikan sebagai teman terbaik tetapi bukan tidak disukai oleh
teman-teman dikelompoknya. Anak ini biasanya tidak memiliki teman bermain
yang akrab, tetapi mereka tidak dibenci atau ditolak oleh teman sebayanya.
- Anak
yang ditolak (rejected children): yaitu anak yang jarang
dinominasikan oleh seseorang sebagai anak yang terbaik dan tidak disukai
oleh kelompoknya, karena biasanya anak yang ditolak adalah anak yang
agresif, sok kuasa dan suka mengganggu. Anak ini biasanya mengalami
problem penyesuaian diri yang serius dimasa dewasa.
- Anak
yang kontroversi (controversial children) adalah anak yang sering
dinominasikan keduanya yaitu baik sebagai teman terbaik dan sebagai teman
yang tidak disukai(Santrock, 2007:325)
Gang masa kanak-kanak merupakan suatu kelompok setempat yang
spontan yang kekuasaannya tidak diberi dari luar dan tidak mempunyai tujuan
yang diterima secara sosial.Gang merupakan usaha anak untuk menciptakan suatu
masyarakat yang sesuai bagi kebutuhan mereka.Gang memberikan kebebasan dari
pengawasan orang dewasa, meskipun mungkin tidak bersikap bermusuhan dengan
orang dewasa yang mempunyai otoritas.Gang tidak selalu merupakan produk
lingkungan yang memenuhi syarat, tetapi juga terdapat di dalam lingkungan yang
baik.
- Susunan
Gang
Gang mempunyai struktur yang lebih jelas dibandingkan dengan
penglempokkan anak-anak yang lebih kecil secara informal. Anggota gang dipilih
karena mereka mampu melakukan hal-hal yang anak lain suka melakukannya, tidak
karena mereka tinggal berdekatan satu sama lain dan juga karena mereka dapat
melakukan hal-hal yang disukai oleh satu atau dua orang anggota.
Gang yang umum adalah kelompok bermain yang terdiri atas
anak-anak yang mempunyai minat bermain yang sama; dan tujuannya yang utama
adalah bersenang-senang. Akibatnya, susunan gang biasanya bersifat satu jenis
kelamin (unisex).
Ciri khas gang anak-anak
- Gang
dikenal karena namanya.
- Anggota
gang mempunyai isyarat, kata tegoran, dan kode komunikasi rahasia.
- Gang
anak-anak sering menggunakan tanda pengenal.
- Gang
kadang mempunyai upacara plonco untuk anggota baru.
- Tempat
pertemuan yang dipilih gang sejauh mungkin mengurangi campur tangan orang
dewasa.
- Aktivitas
gang meliputi semua bentuk permainan dan hiburan kelompok.
- Perbedaan
Gang
Karena setiap anak mempunyai kebutuhan social yang
berbeda-beda, tipe yang memenuhi kebutuhan seorang anak tidak selalu memenuhi
kebutuhan anak lainnya.Ada gang yang besar dan ada pula yang relative
kecil.Ukuran besar kecilnya gang sebagian dipengaruhi oleh banyaknya anak yang
tersedia bagi keanggotaan gang dan sebagian lagi dipengaruhi oleh tipe
aktivitas yang mereka sukai.
Sebagian besar gang berangotakan anak-anak yang umurnya sama
dan mempunyai tingkatan kelas sekolah yang sama. Jika gang terbentuk dari
anak-anak dengan usia yang berbeda, pemimpinnya hampir selalu salah satu dari
anggota yang tertua. Gang di lingkungan yang miskin lebih banyak melibatkan
diri dalam kenalan dan perkelahian dibandingkan dengan gang di lingkungan yang
lebih baik.
- Pengaruh
Gang
Sebagian besar kehidupan gang pada masa kanak-kanak
menunjang perkembangan kualitas yang baik. Gang mengajarkan anak-anak untuk
bersikap demokratis, untuk menyesuaikan keinginan dan perbuatan mereka denga
keinginan dan perbuatan kelompok, untuk bekerja sama dengan anggota kelompok,
untuk mengembangkan ketrampilan yang memungkinkan mereka melakukan hal-hal yang
dilakukan teman sebaya, dan untuk menghilangkan sifat mementingkan diri
sendiri.
Sebaliknya kehidupan gang menunjang perkembangan kualitas
tertentu yang tidak baik.Kadang-kadang gang mendorong penggunaan bahasa kasar
(slang) dan sumpah serapah, penceriteraan dongen dan lelucon cabul, pembolosan,
kenakalan, sikap memandang rendah aturan dan orang-orang yang mempunyai
kekuasaan, pemutusan ikatan keluarga, dan pemindahan kesetiaan dari keluarga
kepada aktivitas kelompok, kesombongan, diskriminasi terhadap anggota kelompok
minoritas dan anggota gang saingan, dan pengabaian idealisme yang dibina dalam
keluarga.
Pola Perilaku yang Dipelajari dari Keanggotaan Gang
- Kerentanan
(Susceptibility) terhadap penerimaan dan penolakan sosial
- Kepekaan
yang berlebihan
- Mudah
dipengaruhi dan tidak mudah dipengaruhi
- Persaingan
- Sikap
sportif
- Tanggung
jawab
- Wawasan
sosial
- Diskriminasi
sosial
- Prasangka
- Antagonism
jenis kelamin
(Hurlock, 1997:264-272)
Masa kanak-kanak akhir dibagi menjadi dua fase:
- Masa
kelas-kelas rendah Sekolah Dasar yang berlangsung antara usia 6/7 tahun –
9/10 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 1, 2 dan 3 Sekolah
Dasar.Ciri-ciri anak masa kelas-kelas rendah Sekolah Dasar adalah:
- Ada
hubungan yang kuat antara keadaan jasmani dan prestasi sekolah.
- Suka
memuji diri sendiri
- Kalau
tidak dapat menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan, tugas atau pekerjaan
itu dianggapnya tidak penting.
- Suka
membandingkan dirinya dangan anak lain, jika hal itu menguntungkan
dirinya.
- Suka
meremehkan orang lain.
- Masa
kelas-kelas tinggi Sekolah Dasar, yang berlangsung antara usia 9/10 tahun
– 12/13 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar.
Ciri khas anak masa kelas-kelas tinggi Sekolah Dasar adalah:
- Perhatiannya
tertuju kepada kehidupan praktis sehari-hari
- Ingin
tahu, ingin belajar dan realistis
- Timbul
minat kepada pelajaran-pelajaran khusus
- Anak
memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di
sekolah
- Anak-anak
suka membentuk kelompok sebaya atau peergroup untuk bermain bersama,
mereka membuat peraturan sendiri dalam kelompoknya.
- Implikasi Masa Kanak-Kanak Akhir Pada Dunia Pendidikan
Jean Piaget mengembangkan teori kemampuan berfikir anak
melalui satu rangkaian tahapan.Anak-anak pada masa anak-anak akhir ini oleh
Piaget dikategorikan dalam tahapan operasional konkret. Pada masa kanak-kanak
akhir, anak mampu berfikir logis mengenai objek dan kejadian,meskipun masih
terbatas pada hal-hal yang sifatnya konkret, dapat digambarkan atau pernah
dialami. Namun meski sudah mampu berfikir logis, cara berfikirnya masih
berorientasi pada kekinian.
Pada masa ini umumnya egosentrisme mulai berkurang. Anak
mulai memperhatikan dan menerima pandangan orang lain. Berkurang rasa egonya
dan mulai bersikap sosial.Materi pembicaraan mulai lebih ditujukan kepada
lingkungan sosial, tidak pada dirinya saja.Anak berfikir induktif, berfikir
dari hal-hal yang khusus kemudian ditarik kesimpulan ke yang umum.Mereka
memiliki pengertian yang lebih baik tentang konsep ruang, sebab akibat,
kategorisasi, konservasi dan tentang jumlah.Anak mulai memahami jarak, hubungan
antara sebab dan akibat yang ditimbulkan, kemampuan mengelompokkan benda
berdasar kriteria tertentu, dan menghitung.Anak juga mampu mengklasifikasikan
dan menurutkan suatu benda berdasarkan ciri-ciri suatu objek.
- Konservasi
Menurut Piaget dalam Dasar dan Teori Perkembangan Anak
(Singgih, 1982:157), anak-anak pada masa operasional konkret ini bisa melakukan
tugas-tugas konservasi dengan baik, karena anak-anak pada masa ini telah
mengembangkan tiga macam proses yang disebut dengan operasi-operasi yakni:
- Negasi
Pada masa pra-operasional anak hanya melihat atau
memperhatikan keadaan permulaan dan keadaan akhir pada deretan benda yaitu pada
mulanya keadaannya sama dan pada akhirnya keadaannya menjadi tidak sama. Anak
tidak melihat apa yang terjadi di antaranya.
Pada masa operasional konkret anak telah mengerti proses apa
yang terjadi di antara kegiatan itu dan memahami hubungan-hubungan antara
keduanya. Pada deretan benda-benda anak bisa mengembalikan atau membatalkan
perubahan yang terjadi sehingga bisa menjawab bahwa jumlah benda-benda adalah
tetap sama.
- Hubungan
Timbal Balik (Resiprokasi)
Ketika anak melihat bagaimana deretan dari benda-benda itu
diubah, anak mengetahui bahwa deretan benda-benda bertambah panjang tetapi
tidak rapat lagi dibandingkan dengan deret yang lain. Karena anak mengetahui
hubungan timbal balik antara panjang dan kurang rapat atau sebaliknya kurang
panjang tetapi lebih rapat, maka anak tahu pula bahwa jumlah benda-benda yang
ada pada kedua deretan itu sama.
- Identitas
Anak pada masa operasional konkret ini sudah bisa mengenal
satu persatu benda-benda yang ada pada deretan-deretan itu. Anak bisa
menghitung, sehingga meskipun benda-benda dipindahkan, anak mengetahui bahwa
jumlah tetap sama.
- Klasifikasi
Banyak operasi-operasi konkret yang diidentifikasikan Piaget
melibatkan cara anak berpikir tentang karakteristik objek. Suatu keahlian
penting yang mencirikan operasional konkret ialah kemampuan untuk
mengklasifikasikan benda dan memahami relasi antarbenda tersebut. Secara
khusus, Santrock (2007:257), anak-anak operasional konkret akan memahami:
- Keterhubungan
antara kumpulan dan sub kumpulan. Hal ini dapat diilustrasikan oleh pohon
keluarga empat generasi. Pohon keluarga ini menggambarkan kakek (A)
memiliki tiga orang anak (B, C dan D), tiap orang anak memiliki dua orang
anak (E sampai J), dan salah satu anak (J) memiliki tiga orang anak (K, L
dan M). Seorang anak dengan operasional konkret dapat memahami bahwa J,
pada saat yang bersamaan, dapat menjadi ayah, saudara, anak dan cucu.
- Seriation;
operasi konkret meliputi pengurutan stimuli sepanjang dimensi kuantitatif
(seperti panjang).
- Transitivity;
jika ada relasi antara objek pertama dan kedua, dan ada relasi antara
objek kedua dan ketiga, pasti ada relasi antara objek pertama dan ketiga.
Contohnya, ada tiga buah tongkat (A, B dan C) dengan panjang berbeda. A
adalah tongkat terpanjang, B lebih pendek dari A namun lebih panjang dari
C. Apakah A lebih panjang dari C? Dalam teori Piaget, pemikir operasional
konkret akan menjawab ya.
Strategi yang dapat dilakukan oleh guru dalam pembelajaran
pada masa kanak-kanak akhir adalah:
- Menggunakan
bahan-bahan yang konkret, misalnya barang atau benda nyata.
- Menggunakan
alat visual, misalnya OHP, transparansi.
- Menggunakan
contoh-contoh yang sudah akrab dengan anak dari hal yang bersifat
sederhana ke hal yang bersifat kompleks.
- Menjamin
penyajian yang singkat dan terorganisasi dengan baik, misalnya menggunakan
angka kecil dari butir-butir kunci.
- Memberi
latihan nyata dalam menganalisis masalah atau kegiatan, misalnya
menggunakan teka-teki dan curah pendapat.
Guru perlu mengamati dan mendengar apa yang dilakukan oleh
siswa dan mencoba menganalisis bagaimana cara berfikir siswa.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan, pemaparan di atas masa
kanak-kanak dapat dibagi menjadi dua masa perkembnagan, yaitu perkembngan
anak-anak awal dan akhir.
- Perkembangan
Anak-Anak Awal
- Perkembangan
Fisik pada Masa Kanak-kanak Awal
- Petumbuhan
tinggi dan berat badan
- Perkembangan
motorik (Perkembangan tangan dan kaki)
- Perkembangan
Intelektual pada Masa Kanak-kanak Awal
- Perkembangan kognisi
- Tahap
Pemikiran Praoperasional Piaget
- Pemprosesan
Informasi
- Teori
Pikiran Anak
- Perkembangan
Bahasa dan Bicara
- Teori
Perkembangan Vigotsky
- Pendidikan
Masa Awal Anak-anak
- Perkembangan
Sosial-Emosional pada Masa Kanak-kanak Awal
- Emosi
Awal Masa Kanak-Kanak
- Sosialisasi
Pada Awal Masa Kanak-Kanak
- Perkembangan
Moral pada Masa Kanak-kanak Awal
- Pandangan
Piaget tentang Bagaimana Penalaran Moral Anak-anak berkembang
- Perilaku
Moral
- Perkembangan
Masa Kanak-Kanak Akhir
- Perkembangan
Fisik
- Perkembangan
Kognitif
- Perkembangan
Bahasa
- Perkembangan
Moral
- Perkembangan
Emosi
- Perkembangan
Sosial
B. SARAN
Penyusun mengharap kiranya makalah ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca dan dapat membantu dalam proses pembelajaran
mahasiswa. Dan penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat
banyak kekurangan, untuk itu penyusun mohon maaf. Penyusun mengharapkan saran
dari pembaca demi penyempurnaan penyusunan makalah yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, Elizabeth. 1997. Perkembangan Anak,(Terjemahan).
Jakarta: Erlangga.
Rita Eka Izzaty, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik.
Yogyakarta: UNY Press.
Santrock, John W. 2002. Life Span Development.
Boston: Mc Graw-Hill. 2007. Perkembangan Anak,(Terjemahan). Jakarta:
Erlangga.
Singgih D.Gunarsa. 1982. Dasar dan Teori Perkembangan
Anak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Siti Partini.1996. Psikologi Perkembangan.Yogyakarta:IKIP
Yogyakarta.
Syamsu Yusuf L.N.2007.Perkembangan Anak Dan Remaja.Bandung:PT
Remaja Rosdakarya.