MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
MASA ANAK - ANAK
Disusun
untuk memenuhi tugas kelompok
Mata
kuliah : Psikologi Perkembangan
Dosen
Pengampu : Drs.HM Maskub,M.Pd.I
Disusun oleh :
KELOMPOK VI/PAI/I F
1. Ana
Faridatul Chasanah
2. Latifatusaniyah
3. Novi Sofiyani
4. Nur
Hidayatul Wakhidiyah
5. Sahroni
INSTITUT
AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
Jalan
Tentara Pelajar 55B Kebumen 54312
TAHUN
AJARAN 2015/2016
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Psikologi/ Karakter Siswa SD
Psikologi/
karakter menurut Puerwadarminta adalah watak, tabiat atau sifat- sifat
kejiwaan, sedangkan menurut IR Pedjawijatna mengemukakan karakter/ watak adalah
seluruh “ aku “ yang ternyata dalam
tindakannya. Dengan bebrapa pengertia tersebut, dapat penulis simpulkan bahwa
karakter siswa SD adalah watak/ sifat- sifat nyata yang terwujud dalam semua tindakan yang
dilakukan oleh siswa dalam kehidupan sehari- hari. Karakter siswa dapat
berbeda- beda karena watak/ sifat dan perbuatan manusia yang tidak lepas dari
kodratnya masing- masing.
Adapun
bentuk dan karakter siswa SD yang diuraikan sebagai berikut:
a.
Bentuk-
Bentuk/ Karakteristik Siswa SD
1.
Senang
bermain.
2.
Senang
bergerak.
3.
Anak
senang bekerja dalam kelompok.
4.
Senang
merasakan atau melakukan dan memperagakan sesuatu secara langsung.
5.
Anak
pendiam.
2.
Perkembangan
Anak Usia SD
a.
Pertumbuhan Fisik/
Jasmani
Perkembangan
fisik atau jasmania anak sangat berbeda satu sama lain walaupun usianya relatif
sama bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan
anak dengan ras yang berbeda juga mununjukkan perbedaan fisik yang menyolok.
Hal ini antara lain disebabkan oleh perbedaan gizi, lingkungan, perlakuan orang
tua terhadap anak, kebisaan hidup, dll.
Nutrisi
dan kesehatan sangat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Kekurangan nutrisi
dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban, kurang berdaya, dan kurang
aktif. Sebaliknya, anak yang makan makanan bergizi, perlakuan orang tua yang
baik, serta lingkungan sekitar yang baik pula maka hal tersebut dapat menunjang
pertumbuhan dan perkembangan anak.
Olahraga
merupakan faktor penting dalam pertumbuhan anak. Anak yang kurang berolahraga
maka pertumbuhan fisiknya dapat terhambat, mereka sering kali menderita
kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan
anak.
Sebagai
orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering
diderita oleh anak- anak, seperti sakit gigi, panas, dan lain- lain. Oleh
karena itu, sebagai orang tua selalu
memperhatikan kebutuhan utama anak, antara lain, kebutuhan gizi, dan kebugaran
jasmani, dan sebagai seorang guru kita harus ikut serta dalam menjaga kesehatan
anak didik kita di sekolah.
b. Perkembangan
Intelektual dan Emosional
Perkembagan
intelektual anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kesehatan gizi,
kebugaran jasmani, pergaulan dan pembinaan orang tua. Apabila perkembangan
intelektual anak terganggu maka anak tersebut kurang dapat berfikir
operasional, tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif baik dalam
pergaulannya sehari- hari maupun dalam berkomunikasi dengan teman- temannya.
Pekembangan
emosional berbeda antara satu dengan yang lainnyahal ini dikarenakan adanya
perbedaan jenis kelamin, usia, lingkungan, pergaulan, dan pembinaan orang tua
maupun guru di sekolah. Perbedaan perkembangan emosional juga dapat dilihat
dari ras, budaya, etnik dan Bangsa. Adapun beberapa faktor lain yang
mempengaruhi perbedaan perkembangan emosional antara lain adanya gangguan
kecemasan, rasa takut dan faktor- faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal
sebelumnya oleh anak.
Perlakuan
saudara serumah ( kakak, adik ) dan perlakuan orang lainyang sering bertemu
maupun pergaulannya juga memegang peran penting pada perkembangan emosional
anak. Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan para ahli dalam mengatasi
berbagai masalah yang sering dihadapai. Dengan berkonsultasi, orang tua dapat
melakukan pembiaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala
sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan
emosional anak.
c. Perkembangan
Bahasa
Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4- 5 bulan. Pada usia
SD ( 6- 12 tahun ) orangn tua sebaiknya membimbing anaknya untuk belajar
berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan
berkomunikasi dengan bahasa yang baik, benar dan sopan. Dan sebagai seorang guru kita juga
mencontohkan bagaimana cara menggunakan bahasa yang benar sesuai dengan aturan
yang telah ada.
Bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan
organ pada anak dan kesedian orang tua maupun guru dalam membimbingnya. Fungsi
dan tujuan berbicara antara lain:
1.
Sebagai
pemuas kebutuhan.
2.
Sebagai
alat untuk menarik orang lain.
3.
Sebagai
alat untuk membina hubungan sosial.
4.
Sebagai
alat untuk mengevaluasi diri sendiri.
5.
Digunakan
untuk mempengaruhi pikiran dan perasaaan orang lain.
6.
Mempengaruhi
perilaku orang lain.
Potensi
anak bebicara didukung oleh beberapa hal yaitu:
1.
Kematangan
alat berbicara.
2.
Kesiapan
mental.
3.
Adanya
model yang baik untuk dicontoh oleh anak.
4.
Kesempatan
berlatih.
5.
Motivasi
untuk belajar dan berlatih.
6.
Bimbingan
orang tua.
d. Perkembangan
Moral, Sosial dan Sikap
Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan
bimbingan juga haru mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat dan dituntut
menjadi tauladan yang baik bagi
anak. Begitu pula sebagai guru kita juga sangat dituntut untuk dapat menjadi
teladan yang baik bagi anak didiknya.
Mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan
penguatan melalui pemberian hadiah kepada anak apabila berbuat atau berperilaku
yang positif. Kerapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak,
yaitu berupa materil maupun non materil. Hadiah tersebut diberikan dengan
maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat
diterima dalam masyarakat.
Fungsi hadiah bagi anak, antara lain:
1.
Memiliki
nilai pendidikan.
2.
Memberikan
motivasi kepada anak.
3.
Memperkuat
perilaku.
4.
Memberikan
dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi.
Fungsi
hukuman yang diberikan kepada anak adalah:
1.
Fungsi
restruksi.
2.
Fungsi
pendidikan.
3.
Sebagai
penguat motivasi.
Adapun
syarat pemberian hukuman kepada anak yaitu:
1.
Segera
diberikan.
2.
Konsisten.
3.
Konstruktif.
4.
Impersional
artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya.
5.
Harus
disertai alasan.
6.
Sebagai
alat kontrol diri.
7.
Diberikan
pada tempat dan waktu yang tepat.
BAB
III
PENUTUP
Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang
sesuai dengan keadaan siswanya, dalam hal ini sangat penting dari seorang
pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Pendidik sangat berpengaruh
terhadap perkembagan siswa didiknya, karena pendidik adalah orang tua dalam
pendidikan formal, sebagian besar waktu dari siswa juga dihabiskan dalam
pendidikan formal. Oleh karena itu, seorang pendidik harus dapat menjadi tauladan yang
terbaik bagi siswa didiknya.
Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-
tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan
pendidikan di bangku SD. Secara ideal dala rangka pencapaian perkembangan diri
siswa, sekolah dan guru seyogyanya dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan
siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri, seperti pemenuhan kebutuhan
fisiologis, pemenuhan kebutuhan rasa aman, pemenuhan kebutuhan kasih sayang, pemenuhan
kebutuhan harga diri, dan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri.
DAFTAR
PUSTAKA
Alfiansyah blog
LN, Syamsu Yusuf. 2004. Psikologi
Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Hawadi, Reni Akbar. 2001.
Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Izzaty, Rita Eka, dkk.
2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press