Rabu, 13 Januari 2016

Wahai Lelaki, Lindungilah Perempuan di Sekitar Anda

dakwatuna.com –
Banyak ungkapan ataupun kalimat yang menyatakan bahwa di balik kesuskesan seorang lelaki pasti ada wanita hebat di belakangnya. Sebut saja kisah dari Presiden Indonesia yang ketiga yaitu Bapak Habibie beserta istrinya Ainun yang begitu menginspirasi. Tetapi ijinkan penulis untuk mengangkat 2 peristiwa besar dari jaman Nabi, Nabi Ibrahim, bapak para Nabi. Tentang kehebatan seorang perempuan dan kedahsyatannya dalam mendidik anak.

Peristiwa pertama adalah ketika Nabi Ibrahim mengungsikan istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail di padang gurun (yang sekarang dikenal dengan kota Makkah). Tempat yang tidak di tumbuhi tanaman, tidak ada buah-buahan, tidak ada pepohonan, tidak ada makanan, tidak ada minuman, tempat itu menunjukkan tidak ada kehidupan di dalamnya. Ketika Nabi Ibrahim hendak meninggalkan nya beserta bayi nya, maka kemudian Siti Hajar bertanya, “Apakah Allah yang memerintahkanmu untuk pergi meninggalkan kami ?” Nabi Ibrahim kemudian menjawab, “Benar”. Kemudian Siti Hajar menjawab, “Kalau begitu, Jika memang ini perintah Allah, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya”. Jawaban dari seorang istri shalihah yang sangat dahsyat, menggambarkan keimanan, keshalihan yang sangat luar biasa kepada Allah SWT. Dari jawaban ini cukup jelas menggambarkan kualitas keimanan seorang perempuan hebat bernama Siti Hajar.

Peristiwa kedua, adalah ketika Nabi Ibrahim bermimpi untuk menyembelih anaknya, Ismail. Perintah yang di telinga kita terdengar “tidak logis”, bagaimana mungkin seorang Ayah diperintah untuk menyembelih anak kandung sendiri yang telah lama dinantinya. Ketika anak yang lama dinantikannya lahir di dunia, justru diperintahkan untuk disembelih. Tetapi, di sinilah letak keimanan yang sangat dahsyat dari seorang anak yang baru baligh itu, Ismail. “Wahai Ayahku! Lakukanlah yang diperintahkan (Allah) kepadamu, Insya Allah
engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar” begitu jawab Ismail yang melegakan Ayahnya, Nabi Ibrahim.

Peristiwa ini diabadikan dalam QS As Saffat ayat 102: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Wahai Ayahku, Lakukanlah yang diperintahkan (Allah) kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”.

Sungguh, jawaban yang keluar dari seorang anak yang begitu dahsyat keimanannya. Menggambarkan anak yang memiliki ketauhidan yang hebat, menunjukkan betapa tinggi akhlak yang mampu mengeluarkan jawaban demikian di saat usianya baru baligh. Ini sekaligus juga menggambarkan didikan seorang ibu hebat (Siti Hajar) kepada anaknya, Ismail. Bagaimana peran ibu sangat jelas terlihat dari peristiwa ini, yang mampu melahirkan, mampu mendidik anak dengan kualitas akhlak tinggi seperti Ismail.

Maka dari peristiwa-peristiwa ini, kita semakin meyakini bahwa peran perempuan sangat vital dalam membangun keluarga, karena dari keluarga akan lahir sebuah peradaban. Dari perempuan yang shalih lah Insya Allah, akan lahir anak-anak yang shalih. Ini sekaligus juga menggambarkan bahwa hasil yang tambak begitu hebat, perempuan shalih seperti Siti Hajar dan anak yang shalih seperti Ismail adalah hasil didikan dari seorang Nabi yang begitu hebat pula yaitu Nabi Ibrahim. Untuk itu, wahai para lelaki, lindungilah, jagalah perempuan di sekitar anda, ibu, adik / kakak perempuan istri,saudara perempuan. Karena merekalah pembangun peradaban.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Gara-gara Tak ber-SNI, Pria Lulusan SD Ini Dipenjara & 116 Unit Televisi Karyanya dimusnahkan.!!

Miris!! Gara-gara Miris!! Gara-gara Tak ber-SNI, Pria Lulusan SD Ini Dipenjara & 116 Unit Televisi Karyanya dimusnahkan.!!

Sebanyak 116 televisi rakitan buatan Muhammad Kusrin bin Amri dimusnahkan petugas Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah. Televisi-televisi itu merupakan barang bukti kasus yang menjerat Kusrin.

Kusrin hanyalah lulusan sekolah dasar (SD). Namun, warga Wonosari, Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, ini memiliki keahlian untuk mereparasi barang-barang elektronika. Kemudian dia merakit televisi.

“Awalnya terdakwa menerima servis aneka macam barang elektronik. Kemudian mencoba merakit televisi dengan menggunakan komputer bekas,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Teguh Subroto, sebagaimana dikutip dari beritajateng.net, Selasa 12 Januari 2016.

Televisi rakitan Kusrin berukuran 14 hingga 17 inchi. Benda-benda rakitan itu kemudian dijual hingga ke luar Solo dengan harga mulai Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu. Saban hari, Kusrin mampu merakit 30 unit televisi.

Tapi sayang, televisi rakitan yang diberi merek Veloz, Maxreen, dan Zener, itu dianggap ilegal. Pada Maret tahun lalu, Polda Jawa Tengah menggerebek bengkel tempat kerja Kusrin: ‘Haris Elektronik’. Televisi-televisi itu disita dan Kusrin ditahan untuk diadili.

“Kasus Muhammad Kusrin sudah divonis awal Desember lalu. Karena terbukti memproses dan memasarkan (televisi rakitan) tanpa dilengkapi izin terlebih dahulu dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Pelaku divonis 6 bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta,” tambah Teguh.

Pria berusia 42 tahun itu dianggap terbukti melanggar Pasal 120 (1) jo Pasal 53 (1) huruf b UU RI No. 3/2014 tentang Perindustrian.

Tak hanya itu, Kusrin juga dinyatakan melanggar Permendagri No. 17/M-IND/PER/2012 tentang Perubahan Permendagri No. 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia terhadap tiga industri elektronika secara wajib. (Ism/dream)

Minggu, 10 Januari 2016

Anggota DPR ditegur seorang anak kecil



GentaLoka.com ~ Ada wakil rakyat yang sangat terkenal berpapasan dengan anak kecil berjalan mengenakan sendal jepit. Sang wakil rakyat berkata :“Hati-hati nak dengan sendalmu, jangan sampai kau tergelincir”.

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian si wakil rakyat.
“Bolehkah saya tahu namamu Tuan?” tanya si bocah.

“Aku adalah wakil rakyat di negeri ini yang terkenal,” jawab si wakil rakyat.

“Jadi, Tuanlah yg selama ini terkenal dengan gelar wakil rakyat yang bijak dan agung itu..??” tanya si bocah.

“Bukan aku yg memberi gelar itu, masyarakat-lah yang memberi gelar itu kepadaku,” jawabnya.

“Wahai tuan yang berkantor di Senayan, hati-2 dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar…!

Sendal jepitku hanya akan menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api yg kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya”.

Si wakil rakyat yg banyak diikuti oleh umatnya itupun tersungkur menangis….
“Siapa sangka, peringatan itu datang dari lidah seorang bocah,”

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena dihormati semua orang tertipu karena harta yg berlimpah, tertipu karena status sosial…

Jangan sampai kita tergelincir… jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia.

PEPATAH MENGATAKAN :

“SEPASANG TANGAN YG MENARIKMU KALA TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YG MENYAMBUTMU KALA TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN”


Sumber: Adilindonesia.com

AKU MENYEBUT DIRIKU MUSLIM SAJA TIDAK BERANI...



“Wis anggaplah aku ini kafir fir...
terus opo hakmu utowo hak wong liyo terhadap aku...
Iki menyangkut martabat manusia....
Mengenai benar kafir tidak orang itu....
wilayahnya Allah.....

Urusan sesrawung antar manusia ...
adalah ojo nuding-nuding wong,...
itu merendahkan dan menyakiti hatinya....

Sedang di dalam Islam ....
sangat dilarang menyakiti hati orang lain....

Wis anggaplah misalnya Gus Dur itu antek Yahudi....
terus kalian mau apa.....

Apakah kalian yakin ....
bahwa saya muslim ...
Dari mana kalian tau saya muslim?
Kalau ternyata saya hanya akting?
Kalau darah saya halal....
wis gek ndang dipateni ....
dan okeh sing kudu dipateni....

Allah saja masih memiliki ruang ....
barangsiapa mau beriman maka berimanlah....
barangsiapa mau kufur...
silakan kufur.....

Maka....
kepada orang yang kita anggap sesat ...
atau kufur....
mbok wis didongakke wae ...
supaya diberi hidayah oleh Allah...

Jangan dituding-tuding...
Itu menghina martabat manusia...
Musuh kita adalah kesempitan ....
dan kedangkalan berpikir...
koyo JARAN....
Anda semua harus ombo...
dan jembar pikirane....

Harus mengerti kiasan...
dan konteks-konteks....
Makanya...
sebelum omong banyak tentang Islam....
yuk belajar dulu jadi manusia....

Manusia yang manusia itu melu keroso loro (sakit)...
kalau ada manusia lainnya disakiti hatinya....
Bahkan kalau kita menyakiti orang lain ...
aslinya kita sendiri juga merasa sakit....
Manusia yang jembar dan murni ...
itu sesungguhnya pandai merasa (rumongso/ngroso)...

Rasulullah saja ketika diprotes sahabat ...
tentang Bilal yang tak bisa mengucap huruf Syin....
kok malah dipilih sebagai muadzin...
justru menjawab...
pokoknya ...
kalau kalian mendengar dia mengucap sin....
padahal yang harusnya syin....
itu maksudnya syin.....
Itulah kearifan Rasulullah...

Kalau kalian tidak menerima hal ini....
berarti kamu menghina orang celat....
Bisa kualat kita ...

Semoga ‪#‎tidakgagalpaham‬ ..
(dikutip dari Quote MH Ainun Najib )

Sabtu, 09 Januari 2016

Pukulan Telak "Cak Nun" Untuk Orang Yang Bersorban dan Bergamis Dengan Tujuan....

Gentaloka.com ~ Walaupun seorang ulama atau kyai, tapi Cak Nun selalu berpakaian seperti layaknya orang biasa. Bisa dikatakan ganok bedane karo wong dodol akik, buruh pabrik atau sales kaos kaki.

“Kalau saya datang dengan berpakaian gamis dan sorban, memang tidak ada salahnya. Cuman saya takut semua orang akan berkesimpulan bahwa saya lebih pandai daripada yang lain. Lebih parah lagi, kalau mereka berkesimpulan bahwa saya lebih alim...Kalau itu tidak benar, itu khan namanya 'penipuan'...!"kata Cak Nun.

"Kalaupun memang benar, apakah akhlak itu untuk dipamerkan kepada orang lain (melalui pakaian)? Tidak boleh kan? Maka semampu-mampu saya, berpakaian seperti ini untuk mengurangi potensi 'penipuan' saya kepada Anda. Anda tidak boleh mendewakan saya, me-Muhammad-kan saya, meng-habib-kan saya, karena saya adalah saya karena Allah menjadikan saya sebagai saya dan tidak karena yang lain. Maka Anda obyektif saja sama saya...” lanjut Cak Nun.

Menurut Cak Nun, seorang ulama harusnya bisa berpakaian yang sama dengan pakaian umatnya yang paling miskin. Cak Nun tidak mempersalahkan orang yang bergamis dan berserban. Malah salut sama mereka yang menunjukan kecintaannya pada Rasulullah dengan meniru persis apa yang ada di diri Rasul. Tapi perlu diketahui bahwa baju Rasulullah tidak sebagus dan sekinclong yang dipakai kebanyakan orang sekarang. Baju Rasulullah sendiri ada 3 jenis : yang dipakai, yang di dalam lemari dan yang dicuci. Dan semua orang Arab di jaman nabi, model pakaiannya seperti itu. Nggak cuma Nabi Muhammad..;Abu Jahal, Sueb, Sanusi, Atim dan orang Arab lainnya, model klambine koyok ngono iku.

Jadi sebenarnya sunnah Rasul yang paling mendasar adalah Akhlaknya bukan kostumnya. Orang yang disukai Tuhan adalah orang yang menyebut dirinya buruk, biso rumongso, nggak rumongso biso.

Orang yang diragukan keihklasannya adalah orang menyebut dirinya baik. Semua nabi mengaku dirinya dzolim : "Inni Kuntu Minadzolimin"(aku termasuk orang yang dzolim). Nggak ada nabi yang mengaku dirinya sholeh. Kalau ada orang yang mengaku paling benar atau alim, langsung tinggal mulih ae...ndang baliyo sriii...!

"Kalau sama Tuhan kita harus 100%, kalau kepada ilmu kita, cukup 99%. Seluruh yang saya ketahui dan yakini benar itu belum tentu benar. Maka saya tidak mempertahankan yang saya yakini benar karena mungkin mendapatkanilmu yang lebih tinggi." kata Cak Nun.

Karena itulah saat bersama jamaahnya, Cak Nun selalu memposisikan dirinya sama, sama-sama belajar. Dan Cak Nun sendiri lebih suka pada jamaah yang sedang berproses daripada yang sudah ahli ibadah. Karena itu lebih tepat sasaran. Bukan pengajian pada orang yang sudah ngerti Al Quran, bukan pengajian yang menyuruh haji orang yang sudah berhaji, menyuruh ngaji orang yang sudah ngaji tiap hari, menyuruh orang shalat yang sudah shalat, dst.

"Tidak apa-apa kalau ilmu agamamu masih pas-pasan, itu malah membuatmu menjadi rendah hati. Banyak orang yang sudah merasa tahu ilmu agama, malah menjadikannya tinggi hati, " begitu pesan Cak Nun.

"Kalau saya kadang bicara pakai bahasa Jawa, jangan dibilang Jawasentris..saya cuman berekspresi sebagai orang Jawa..saya lahir dan dibesar di Jawa..diperintah Tuhan jadi orang Jawa...maka saya mencintai dan mendalami budaya saya..siapa bilang Jawa itu tidak Islam..kalau saya ayam saya nggak akan jadi kambing..kalau anda kucing jangan meng-anjing-anjing-kan diri..Kita memang disuruh Bhineka (berbeda-beda) kok..!

" Banyak orang salah kaprah menyebut Cak Nun sebagai penganut kejawen. Kejawen ndasmu... 'Software' Cak Nun lebih canggih karena laku tirakat luar biasa yang dilakukan sejak kecil. (Laku tirakat yang tidak bertujuan untuk menguasai ilmu hitam koyok mbahmu mbiyen). Sehingga beliau waskito, mempunyai sidik paningal, mempunyai pandangan yang tajam dan jernih soal kehidupan.

Little bit wagu kalau ada orang Jawa (atau Indonesia) yang malah membangga-mbanggakan budaya Arab atau Barat. Benci kebaya tapi nggak ngasih solusi bagaimana kebaya bisa Islami. Ingat :

Jowo digowo, Arab digarap dan Barat diruwat.

JIKA ANDA MERASA ARTIKEL INI BERMANFAAT SILAHKAN SHARE !!!

Sumber: - Emha Ainun Najib -

SATU GURU BEDA AMALAN

Agus Salim menilai berumah di Mekah membuat seorang ulama tak akrab dengan problem yang dihadapi umat di Indonesia. Ia merujuk pada ayah Hamka, Haji Abdul Karim Amrullah, yang belajar di Mekah sebentar lalu pulang ke Tanah Air dan mendirikan Sumatera Thawalib, sekolah Islam modern pertama di Nusantara.

“Masalah agama yang timbul di Indonesia, yang memecahkan masalahnya adalah orang Indonesia sendiri. Karena itu ayahmu adalah ulama Indonesia,” tandasnya.

Mekah pada saat itu masih menjadi tujuan para calon ulama Indonesia. Di sana sebelumnya ada Syaikh Akhmad Khatib al-Minangkabawi (1852-1915), paman Agus Salim yang menjadi imam mazhab Syafi’i di Masjidil Haram. Agus Salim sendiri, Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah), maupun Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) adalah murid-muridnya. Kendati satu guru, mereka memiliki gaya perjuangan berislam yan g berbeda.
Ahmad Dahlan dan Agus Salim memiliki kesamaan dalam menampilkan Islam. Keduanya sama-sama bergabung dalam Muhammadiyah dan Sarekat Islam Ahmad Dahlan resmi menjadi anggota Sarekat Islam sejak erdiri pada 1910 dan Agus Salim lima tahun kemudian. Belakangan, Agus Salim menjadi orang dua setelah Haji Omar Said Tjokroaminoto di organisasi tersebut.

Ketika Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada 1912, tidak lama kemudian Agus Salim bergabung. Keduanya terpisah ketika Agus Salim memimpin disiplin organisasi dalam Sarekat Islam: setiap orang hanya boleh bergabung dalam satu organisasi. Agus Salim bertahan di Sarekat Islam dan Ahmad Dahlan memilih Muhammadiyah.

Meski memiliki guru yang sama, selama di Nusantara ketiga tokoh ini jarang bertemu karena lebih banyak menghabiskan waktu di daerah masing-masing. Namun Agus Salim pernah berpesan ketika kedua teman seperguruannya itu membangun pesantren;

“Ajari santrimu agar jangan mendewakan guru hingga melupakan Nabi Muhammad.” [Zq]

*Sumber: Majalah Tempo, Agustus 2013, hal. 74-75

Kamis, 07 Januari 2016

Kenapa Rasulullah Perlu Didoakan/Shalawat?

“Kenapa Rasulullah Perlu Didoakan/Shalawat?” ketegori Muslim. Bismillahir Rahmaanir Rahiim,Assalamualaykum wr. wb.

Ustadz yang dimuliakan Allah ,

Saya sering membaca pertanyaan dari orang non muslim bahwa Rasulullah Muhammad SAW perlu didoakan oleh ummatnya karena beliau banyak dosanya, mereka berkesimpulan bahwa Nabi Muhammad SAW bukan nabi karena harus didoakan, bukankah kalau nabi itu sudah pasti masuk surga?

Sementara saya hanya bisa menjawab bahwa memang dalam Al-Qur’an kita diminta untuk bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana Allah dan para Malaikat bersalawat kepada beliau, namun menurut hemat saya bersalawat itu bukannya mendoakan tapi menghormati kalau itu diartikan sebagai doa, kenapa Allah Swt berdoa .

Tolong Ustadz barangkali ada jawaban/pendapat ustadz.terima kasih.Wassalamualaykum Wr Wb

F. Alaydrus

Farid Alaydrus

Jawaban
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dialog dan pertanyaan yang kritis seperti ini kalau kita mau ikuti, tentu tidak akan ada habisnya. Selalu akan muncul terus pertanyaan seperti ini, meski bila dijawab dengan tuntas belum tentu membuat penanya berubah pikiran.

Dan di antara pertanyaan model begini yang paling sering dilontarkan adalah masalah shalat kepada Nabi. Ini adalah pertanyaan klasik yang muncul dari mereka yang kurang punya pemahaman dalam bahasa Arab khususnya dan ilmu Al-Quran pada umumnya.

Padahal di dalam ilmu tafsir, yang disebut dengan ‘bershalawat’ itu maknanya banyak, tidak terbatas kepada doa semata. Karena itu di dalam Al-Quran Al-Karim kita menemukan adanya ayat yang menceritakan bahwa Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi SAW. Dan untuk itu umatnya pun diperintahkan untuk bershalawat kepada beliau juga.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya
..

Dan apa maksud Allah SWT bershalawat kepada Nabi SAW? Apakah maknanya Allah berdoa kepada Nabi?

Tentu saja bukan. Mana mungkin Allah berdoa kepada nabi ciptaan-Nya sendiri. Tentu salah besar bila bershalawat di dalam ayat ini dimaknai dengan Allah berdoa. Yang dimaksud dengan Allah SWT bershalawat kepada Nabi adalah bahwa Allah SWT memberinya rahmat. Dan rahmat itu adalah kasih sayang yang selalu mendampingi beliau.

Sedangkan makna para malaikat bershalawat kepada nabi adalah memintakan ampunan. Meski pun yang dimintai ampunan sudah tidak punya dosa, lantaran para nabi adalah orang-orang yang makshum. Dan hal ini tidak perlu dipertanyakan, sebab Rasulullah SAW sendiri setiap hari meminta ampun kepada Allah SWT seratus kali. Ketika para shahabat menanyakannya, beliau hanya menjawab, Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?

Sedangkan bila shalawat itu dari orang mukmin maka maknanya adalah doa supaya beliau diberi rahmat dan kasing sayang. Dan mendoakan seorang nabi tidak salah, karena salam yang kita sampaikan kepada orang yang bertemu dengan kita pun maknanya adalah doa. Kalimat Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh maknanya adalah ‘Semoga keselamatan terlimpah atasmu serta rahmat dan barkahnya.’.

Buat orang Islam, saling mendoakan satu sama lain adalah hal yang biasa dan telah menjadi syiar agama. Termasuk memberi salam kepada Rasulullah SAW dan bershalawat kepadanya.

Kalau kita mendoakan keselamatan dan kepada seseorang bukan berarti kita meyakjini bahwa dirinya ada dalam ketidak-selamatan. Doa keselamatan itu sama saja bila kita menyapa teman dengan mengatakan semoga Anda sekeluarga dalam keadaan sehat wal afiat. Apakah bila kita menyapa demikian berarti teman kita itu sekeluarga sedang dirawat di rumah sakit?

Tentu tidak, karena salam dan shalawat itu sifatnya syiar yang hidup di tengah sesama kita. Dan mendoakan keselamatan tidak berarti yang kita salami itu sedang sakit tidak bisa bangun.

Maka pertanyaan yang agak konyol ini sesungguhnya tidak perlu memusingkan kita. Sebab yang bertanya kurang memahami hakikat salam dan shalawat di dalam pergaulan umat Islam. Jadi banyak hal yang kurang masuk di logika dirinya.

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber : Kenapa Rasulullah Perlu Didoakan/Shalawat? : http://www.salaf.web.id

RAHASIA DAHSYATNYA SHOLAWAT

42 RAHASIA DAHSYATNYA SHALAWAT NABI.

Syeikh Abdul Qadir Al Jailani qaddasallah sirrahu, memberi nasihat:

Ketahuilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu ibadah paling mulia, bentuk ketaatan paling luhur, ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan, pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau. Orang yang membaca shalawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar. Membaca shalawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan, ucapan paling utama, ibadah yang menguntungkan, mengandung barokah paling banyak, dan ahwal yang paling kokoh. Dengan membaca shalawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang. Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)

Dalam Kitab AsSafinah Al Qadir iyah, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al Anwar. Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan bershalawat kepada Nabi. Menurutnya, Membaca shalawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:
1. Bershalawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
2. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang bershalawat kepada Nabi.
3. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang bershalawat kepada Nabi.
4. Mendapat balasan 10 kali lipat shalawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap shalawat yang kita ucapkan.
5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca shalawat 10 tingkat lebih tinggi..
6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
9. Shalawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
10. Shalawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
11. Shalawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
12. Shalawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
13. Nilai shalawat sama dengan nilai sedekah.
14. Shalawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan shalawat balasan.
15. Shalawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
16. Terpenuhinya segala keinginan.
17. Shalawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
18. Shalawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
19. Shalawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan shalawat balasan.
20. Shalawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
21. Shalawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
22. Shalawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
23. Shalawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika shalawat dibacakan.
24. Shalawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca shalawat ketika namanya disebutkan.
25. Shalawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
26. Shalawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
27. Shalawat adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan membaca shalawat kepada Rasul-Nya.
28. Shalawat adalah faktor yang dapat menyelematkan seorang hamba ketika berada di atas jembatan menuju surga.
29. Shalawat menghapus status sebagai pembenci shalawat.
30. Shalawat adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan pujian baiknya kepada pembaca shalawat tersebut di hadapan semua makhluk, baik di bumi maupun di langit.
31. Shalawat dapat mendatangkan rahmat Allah.
32. Shalawat dapat mendatangkan berkah.
33. Shalawat dapat melanggengkan dan mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dimana cinta ini merupakan simpul pokok keimanan.Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi.
34. Shalawat dapat memikat hati Rasulullah agar mencintai dirinya.
35. Shalawat mendatangkan hidayah dan menghidupkan hati yang telah mati.
36. Shalawat adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW.
37. Shalawat dapat memantapkan iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah SAW.
38. Shalawat merupakan bentuk syukur kita atas segala nikmat dari Allah SWT.
39. Bacaan shalawat mengandung dzikir, syukur dan pengakuan atas nikmat Allah SWT.
40. Shalawat yang dibaca seorang hamba adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah, terkadang doa itu dipersembahkan kepada Nabi SAW dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena shalawat dapat mendatangkan tambahan pahala.
41. Shalawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan shalawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi yang mulia di dalam jiwa pembacanya.
42. Memperbanyak bacaan shalawat atas Nabi SAW menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syeikh Murabbi (guru spiritual).

(As Safinah Al Qadiriyah Li Asy Syaikh ‘Abd Qadir Al Jailani Al Hasani)

ALLAHUMMA ShOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI WA SALLIM ‘ADADA KULLI DzARROTIN ALFA MARROH.

Artinya: Ya Allah berilah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarganya dan shahabatnya sebanyak tiap-tiap debu/dzarrah seribu kali.

Bacalah shalawat tersebut sebanyak-banyaknya selama di bulan Rabi’ul Awwal ini, kalau dapat bacalah setiap harinya 300x atau minimal 100x.

Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan shalawat tersebut untuk bagi siapa saja yang mau mengamalkannya.

Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.

Jarang Mandi, Remaja Laki-Laki Tewas Keracunan Karena Memakai Deodoran

Deodoran merupakan benda kecil yang diperuntukan menghilangkan bau tak sedap dari tubuh. Lalu, apa yang terjadi jika benda kecil berbentuk bola yang dapat berputar di atasnya ini ternyata mampu menewaskan seorang remaja? Benarkah deodoran berbahaya?
Remaja laki-laki tersebut bernama Thomas Townsend asal Kent, Inggris. Thomas pertama kali ditemukan tewas di kamar mandinya seusai mandi. Remaja berusia 16 tahun ini memang diketahui jarang sekali mandi. Hal tersebut diungkapkan oleh sang ibu, yaitu Sally Townsend.
“Dia jarang mandi dan hanya menyemprotkan deodoran spray ke tubuhnya,” ungkap Sally seperti yang dilansir Wowkeren.com.
Sang ibu pun tak menyangka jika puteranya telah menyimpan sebanyak 42 kaleng deodoran di dalam kamarnya. Selama ini, Sally Townsend hanya tahu jika Thomas Townsend jarang sekali mandi dan hanya menyemprotkan deodoran ke seluruh tubuhnya. Parahnya, Thomas mampu menghabiskan satu kaleng deodoran hanya dalam seminggu.
Menurut pemeriksaan pihak kepolisian, Thomas Townsend tewas lantaran efek gas dari deodoran ketika disemprotkan ke seluruh tubuhnya. Kulit Thomas sangatlah sensitif karena itu dirinya tak mampu menahan efek gas deodoran yang keras.
Deodoran Membunuh
Remaja laki-laki terbunuh akibat pakai deodoran.
Pemakaian deodoran secara terus-menerus pun sangat tidak baik. Terlebih jika kita memakainya karena malas untuk mandi dan mencari jalan pintas yang ternyata caranya tersebut dapat merenggut nyawa. Lebih baik tetap membersihkan tubuh kita dengan sabun dan membasuhnya dengan air yang bersih. Lalu setelah itu, semprotkan deodoran hanya sebagai pewangi.

Sumber : http://beritapetang.com/9244/jarang-mandi-remaja-laki-laki-tewas-keracunan-memakai-deodoran/

Minggu, 03 Januari 2016

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MASA ANAK - ANAK



MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
MASA ANAK - ANAK

Disusun untuk memenuhi tugas kelompok
Mata kuliah : Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Drs.HM Maskub,M.Pd.I
Description: I:\IAINU\iainukebumen.ac.id.png
Disusun oleh :
KELOMPOK  VI/PAI/I F
1.      Ana Faridatul Chasanah
2.      Latifatusaniyah
3.      Novi Sofiyani
4.      Nur Hidayatul Wakhidiyah
5.      Sahroni

INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
Jalan Tentara Pelajar 55B Kebumen 54312
TAHUN AJARAN 2015/2016


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Psikologi/ Karakter Siswa SD
Psikologi/ karakter menurut Puerwadarminta adalah watak, tabiat atau sifat- sifat kejiwaan, sedangkan menurut IR Pedjawijatna mengemukakan karakter/ watak adalah seluruh “ aku “  yang ternyata dalam tindakannya. Dengan bebrapa pengertia tersebut, dapat penulis simpulkan bahwa karakter siswa SD adalah watak/ sifat- sifat  nyata yang terwujud dalam semua tindakan yang dilakukan oleh siswa dalam kehidupan sehari- hari. Karakter siswa dapat berbeda- beda karena watak/ sifat dan perbuatan manusia yang tidak lepas dari kodratnya masing- masing.
Adapun bentuk dan karakter siswa SD yang diuraikan sebagai berikut:
a.      Bentuk- Bentuk/ Karakteristik Siswa SD
1.      Senang bermain.
2.      Senang bergerak.
3.      Anak senang bekerja dalam kelompok.
4.      Senang merasakan atau melakukan dan memperagakan sesuatu secara langsung.
5.      Anak pendiam.

2.      Perkembangan Anak Usia SD

a.      Pertumbuhan Fisik/ Jasmani
Perkembangan fisik atau jasmania anak sangat berbeda satu sama lain walaupun usianya relatif sama bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan anak dengan ras yang berbeda juga mununjukkan perbedaan fisik yang menyolok. Hal ini antara lain disebabkan oleh perbedaan gizi, lingkungan, perlakuan orang tua terhadap anak, kebisaan hidup, dll.
Nutrisi dan kesehatan sangat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban, kurang berdaya, dan kurang aktif. Sebaliknya, anak yang makan makanan bergizi, perlakuan orang tua yang baik, serta lingkungan sekitar yang baik pula maka hal tersebut dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Olahraga merupakan faktor penting dalam pertumbuhan anak. Anak yang kurang berolahraga maka pertumbuhan fisiknya dapat terhambat, mereka sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak.
Sebagai orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering diderita oleh anak- anak, seperti sakit gigi, panas, dan lain- lain. Oleh karena itu, sebagai orang tua  selalu memperhatikan kebutuhan utama anak, antara lain, kebutuhan gizi, dan kebugaran jasmani, dan sebagai seorang guru kita harus ikut serta dalam menjaga kesehatan anak didik kita di sekolah.
b.      Perkembangan Intelektual dan Emosional
Perkembagan intelektual anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kesehatan gizi, kebugaran jasmani, pergaulan dan pembinaan orang tua. Apabila perkembangan intelektual anak terganggu maka anak tersebut kurang dapat berfikir operasional, tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif baik dalam pergaulannya sehari- hari maupun dalam berkomunikasi dengan teman- temannya.
Pekembangan emosional berbeda antara satu dengan yang lainnyahal ini dikarenakan adanya perbedaan jenis kelamin, usia, lingkungan, pergaulan, dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. Perbedaan perkembangan emosional juga dapat dilihat dari ras, budaya, etnik dan Bangsa. Adapun beberapa faktor lain yang mempengaruhi perbedaan perkembangan emosional antara lain adanya gangguan kecemasan, rasa takut dan faktor- faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak.
Perlakuan saudara serumah ( kakak, adik ) dan perlakuan orang lainyang sering bertemu maupun pergaulannya juga memegang peran penting pada perkembangan emosional anak. Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan para ahli dalam mengatasi berbagai masalah yang sering dihadapai. Dengan berkonsultasi, orang tua dapat melakukan pembiaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak.
c.       Perkembangan Bahasa
     Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4- 5 bulan. Pada usia SD ( 6- 12 tahun ) orangn tua sebaiknya membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan bahasa yang baik, benar dan sopan.  Dan sebagai seorang guru kita juga mencontohkan bagaimana cara menggunakan bahasa yang benar sesuai dengan aturan yang telah ada.
     Bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesedian orang tua maupun guru dalam membimbingnya. Fungsi dan tujuan berbicara antara lain:
1.      Sebagai pemuas kebutuhan.
2.      Sebagai alat untuk menarik orang lain.
3.      Sebagai alat untuk membina hubungan sosial.
4.      Sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri.
5.      Digunakan untuk mempengaruhi pikiran dan perasaaan orang lain.
6.      Mempengaruhi perilaku orang lain.

Potensi anak bebicara didukung oleh beberapa hal yaitu:
1.      Kematangan alat berbicara.
2.      Kesiapan mental.
3.      Adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak.
4.      Kesempatan berlatih.
5.      Motivasi untuk belajar dan berlatih.
6.      Bimbingan orang tua.
d.      Perkembangan Moral, Sosial dan Sikap
     Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga haru mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat dan dituntut menjadi tauladan yang baik bagi anak. Begitu pula sebagai guru kita juga sangat dituntut untuk dapat menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya.
   Mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada anak apabila berbuat atau berperilaku yang positif. Kerapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak, yaitu berupa materil maupun non materil. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat.
   Fungsi hadiah bagi anak, antara lain:
1.      Memiliki nilai pendidikan.
2.      Memberikan motivasi kepada anak.
3.      Memperkuat perilaku.
4.      Memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi.
Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah:
1.      Fungsi restruksi.
2.      Fungsi pendidikan.
3.      Sebagai penguat motivasi.



Adapun syarat pemberian hukuman kepada anak yaitu:
1.      Segera diberikan.
2.      Konsisten.
3.      Konstruktif.
4.      Impersional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya.
5.      Harus disertai alasan.
6.      Sebagai alat kontrol diri.
7.      Diberikan pada tempat dan waktu yang tepat.
        


















BAB III
PENUTUP
       Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, dalam hal ini sangat penting dari seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Pendidik sangat berpengaruh terhadap perkembagan siswa didiknya, karena pendidik adalah orang tua dalam pendidikan formal, sebagian besar waktu dari siswa juga dihabiskan dalam pendidikan formal. Oleh karena itu, seorang pendidik harus dapat menjadi tauladan yang terbaik bagi siswa didiknya.
       Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas- tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di bangku SD. Secara ideal dala rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogyanya dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri, seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis, pemenuhan kebutuhan rasa aman, pemenuhan kebutuhan kasih sayang, pemenuhan kebutuhan harga diri, dan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri.
        
















DAFTAR PUSTAKA
Alfiansyah blog
LN, Syamsu Yusuf. 2004. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Hawadi, Reni Akbar. 2001. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Izzaty, Rita Eka, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press