Minggu, 03 Januari 2016

KAIFIYAH ( cara membaca al-qur’an) dan LAHN (kesalahan dalam membaca al-qur’an)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
 Al-qur’an adalah kalamulloh yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai suatu mukjizat yang paling agung. Alloh SWT tidak akan menerima suatu amal perbuatan kecuali perbuatan itu dilakukan dengan ikhlas, tulus serta benar maksud ketulusan dan kemurniaanya.
Membaca al-qur’an merupakan suatu tindakan yang terpuji, oleh karena itu bagi pembaca al-qur’an hendaknya melakukan serta menyiapkan suatu yang berhubungan dengan metode-metode membaca al-qur’an seperti cara membaca al-qur’an yang baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid dan hendaknya kita mengetahui kesalahan-kesalahan yang ada dalam membaca al-qur’an supaya kita terhindar dari perbuatan tercela.


B.     RUMUSAN MASALAH
Ø  Bagaimana cara membaca al-qur’an dengan baik dan benar?
Ø  Apa saja kesalahan dalam membaca al-qur’an?


C.     TUJUAN
Ø  Pembaca mengetahui cara membaca al-qur’an yang baik dan benar?
Ø  Pembaca juga mengetahui kesalahan-kesalahan apa saja dalam membaca al-qur’an.


























BAB II
PEMBAHASAN

a.       Cara-Cara Membaca Al-qur’an
Membaca al-quran merupakan suatu amalan terpuji, selain mendapat pahala yang besar membaca al-qur’an pun dapat menenangkan jiwa. Berikut ini merupakan beberapa cara dalam membaca al-qur’an :

1.      Tartil (ترتيل)  berasal dari kata rattala (رتل) , yang berarti “melagukan”. Tartil juga mencakup pemahaman tentang tata cara berhenti (waqf) dan meneruskan (washl) dalam pembacaan artikulasi yang tepat dalam pembacaan huruf-huruf hijaiyah. Dalam perkembangannya saat ini, istilah tersebut tidak hanya merupakan suatu istilah umum untuk pembacaan al-qur’an, tetapi juga merujuk kepada pembacanya secara cermat dan p[erlahan-lahan.
2.      Tilawa (تلاوة), berasal dari kata tala تلى yang berarti membaca secara tenang, berimbang dan menyenangkan. Pembacaan semacam ini mencakup cara sederhana pendengungan atau pelaguan.
3.      Qiro’ah (قراءة) berasal dari kata qara’a(قرا ) ,yang berarti “membaca” yang mesti dibedakan penggunaannya untuk merujuk istilah yang berarti keragaman membaca al-qur’an. Disini pembacaan al-qur’an mencakup hal-hal yang ada dalam istilah-istilah lain, seperti, tinggi rendahnya nada, penekanan pada p[ola-pola durasi bacaan dan lain-lain.

Dengan demikian, jelas terlihat begitu pentingnya kemampuan membaca al-qur’an bagi umat islam. Kemampuan ini akan terasah dengan baik jika telah dimulai sejak dini.untuk itu perlu dirumuskan tujuan pembelajaran yang jelas alam proses pendidikannya. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak didik bahwa mampu membaca al-qur’an dengan baik yang merupakan hal yang penting dalam ajaran islam.





















b.      LAHN (kesalahan dalam membaca al-qur’an)
Kesalahan membaca al-qur’an dengan tartil yang optimal sebagaimana perintah yang terkandung di dalam surah al-muzzamil:4, dan al-furqon:32.”dan  kami Alloh telah membacakan al-qur’an dengan sebenar-benarnya tartil”. Wajib ‘ain bagi pembacanya, jika mereka tidak melaksanakan perintah tersebut adalah haram hukumnya, apalagi sampai terjadi pergantian huruf atau lafadz tentulah berdosan baginya. Peristiwa kesalahan di dalam membaca al-qur’an baik kesalahan ringan atau berat bisa di sebut LAHN.

MACAM-MACAM  LAHN

a.        Lahn jaliy (besar)
Kesalahan yang terdapat dalam lafadz dan mempengaqruhi tatacara  bacaan, baik itu mengubah arti atau tidak mengubahnya. Dinamakan “kesalahan besar” karena kesalahan ini diketahui oleh ulama qiroah maupun orang awam, seperti :
*      Perubahan huruf dengan huruf
Seharusnya لبمغضوبdibaca   لمقضوب
Seharusnya الضالين dibacaالظالين
Seharusnya الذينdibacaالزين
Seharusnya المستقيمdibaca المصتقيم

*      Perubahan harokat dengan harokat
Seharusnyaقلت dibaca قلث
Seharusnya رب dibacaرب
Seharusnyaانعمت dibacaانعمت
Seharusnya  لميلدdibacaلميلد

*      Penambahan huruf
Seharusnyaمنكان dibacaماكنان
Seharusnyaمنكم dibacaمينكم

*      Penghilangan tasydid
Seharusnya عرفdibacaعرف
Seharusnyaبدل dibacaبدل

*      Penambahan tasydid
Seharusnyaفرح dibacaفرح
Seharusnya مرجdibaca  مرج

*      Penghilangan bacaan panjang
Seharusnyaالبيان dibacaالبين
Seharusnyaالكتاب dibacaالكثب

Kesalahan-kesalahan ndiatas hukumnya haram. Ulama tentang keharamannya, dan pelakunya berdosa.






b.      Lahn khafiy
Kesalahan yang berkaitan dengan tidak sempurnanya pengucapan bacaan, kesalahan seperti ini hanya diketahui oleh orang yang ahli dalam bidang ini (bidang qiro’ah) seperti :
*      Tidak sempurnanya dalam pengucapan dhommah
 ونودواSeharusnya dibaca wanuuduu tetapi dibaca wanoodoo

*      Tidak sempurna dalam pengucapan kasroh
سبىلةSeharusnya dibaca sabiilih tetapi dibaca sabiileh

*      Tidak sempurna dalam pengucapan fathah
 الباطلSeharusnya dibaca al-baathilu tetapi dibaca al-boothilu

*      Menambah qolqolah pada kata yang seharusnya tidak berqolqolah
فظلةSeharusnya dibaca fadhlahuu tetapi dibaca fadhe’lahuu

*      Mengurangi bacaan ghunnah
انSeharusnya tasydid dibaca dengan dengun sekitar dua harokat tetapi tidak dibaca dengan dengung.

*      Terlalu memanjangkan bacaan panjang
الرحمانSeharusnya mim tersebut dibaca dua harakat tetapi dibaca empat,lima atau enam harokat.

*      Terlalu menggetarkan ro’
 الذكورSeharusnya dibaca adz-dzukuur tetapi dibaca adz-dzukuurrr

























BAB III
KESIMPULAN

Dari beberapa penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak sekali cara dalam membaca al-qur’an seperti:
Ø  Membaca tartil
Ø  Membaca tilawah
Ø  Membaca qiro’ah

Selain membaca al-qur’an ada juga kesalahan-kesalahan dalam membacanya, seperti:
Ø  Lahn jaily, termasuk kesalahn berat yang hukumnya haram menurut ijma’ bagi yang disengaja.
Ø  Lahn khafiy, termasuk kesalahan ringan yang hukumnya menurut ulama juga haram bila disengaja, tapi ada juga sebagian ulama yang mengatakan makhruh.

Demikian tadi beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil dari penjelasan diatas semoga bermanfaat.

































DAFTAR PUSTAKA
·         www.google.com
·         Fathoni,ahmad.2012.Metode Maisura.Jakarta:IPTIQ jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar