Minggu, 03 Januari 2016

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MASA ANAK - ANAK



MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
MASA ANAK - ANAK

Disusun untuk memenuhi tugas kelompok
Mata kuliah : Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Drs.HM Maskub,M.Pd.I
Description: I:\IAINU\iainukebumen.ac.id.png
Disusun oleh :
KELOMPOK  VI/PAI/I F
1.      Ana Faridatul Chasanah
2.      Latifatusaniyah
3.      Novi Sofiyani
4.      Nur Hidayatul Wakhidiyah
5.      Sahroni

INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
Jalan Tentara Pelajar 55B Kebumen 54312
TAHUN AJARAN 2015/2016


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Psikologi/ Karakter Siswa SD
Psikologi/ karakter menurut Puerwadarminta adalah watak, tabiat atau sifat- sifat kejiwaan, sedangkan menurut IR Pedjawijatna mengemukakan karakter/ watak adalah seluruh “ aku “  yang ternyata dalam tindakannya. Dengan bebrapa pengertia tersebut, dapat penulis simpulkan bahwa karakter siswa SD adalah watak/ sifat- sifat  nyata yang terwujud dalam semua tindakan yang dilakukan oleh siswa dalam kehidupan sehari- hari. Karakter siswa dapat berbeda- beda karena watak/ sifat dan perbuatan manusia yang tidak lepas dari kodratnya masing- masing.
Adapun bentuk dan karakter siswa SD yang diuraikan sebagai berikut:
a.      Bentuk- Bentuk/ Karakteristik Siswa SD
1.      Senang bermain.
2.      Senang bergerak.
3.      Anak senang bekerja dalam kelompok.
4.      Senang merasakan atau melakukan dan memperagakan sesuatu secara langsung.
5.      Anak pendiam.

2.      Perkembangan Anak Usia SD

a.      Pertumbuhan Fisik/ Jasmani
Perkembangan fisik atau jasmania anak sangat berbeda satu sama lain walaupun usianya relatif sama bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan anak dengan ras yang berbeda juga mununjukkan perbedaan fisik yang menyolok. Hal ini antara lain disebabkan oleh perbedaan gizi, lingkungan, perlakuan orang tua terhadap anak, kebisaan hidup, dll.
Nutrisi dan kesehatan sangat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban, kurang berdaya, dan kurang aktif. Sebaliknya, anak yang makan makanan bergizi, perlakuan orang tua yang baik, serta lingkungan sekitar yang baik pula maka hal tersebut dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Olahraga merupakan faktor penting dalam pertumbuhan anak. Anak yang kurang berolahraga maka pertumbuhan fisiknya dapat terhambat, mereka sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak.
Sebagai orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering diderita oleh anak- anak, seperti sakit gigi, panas, dan lain- lain. Oleh karena itu, sebagai orang tua  selalu memperhatikan kebutuhan utama anak, antara lain, kebutuhan gizi, dan kebugaran jasmani, dan sebagai seorang guru kita harus ikut serta dalam menjaga kesehatan anak didik kita di sekolah.
b.      Perkembangan Intelektual dan Emosional
Perkembagan intelektual anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kesehatan gizi, kebugaran jasmani, pergaulan dan pembinaan orang tua. Apabila perkembangan intelektual anak terganggu maka anak tersebut kurang dapat berfikir operasional, tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif baik dalam pergaulannya sehari- hari maupun dalam berkomunikasi dengan teman- temannya.
Pekembangan emosional berbeda antara satu dengan yang lainnyahal ini dikarenakan adanya perbedaan jenis kelamin, usia, lingkungan, pergaulan, dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. Perbedaan perkembangan emosional juga dapat dilihat dari ras, budaya, etnik dan Bangsa. Adapun beberapa faktor lain yang mempengaruhi perbedaan perkembangan emosional antara lain adanya gangguan kecemasan, rasa takut dan faktor- faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak.
Perlakuan saudara serumah ( kakak, adik ) dan perlakuan orang lainyang sering bertemu maupun pergaulannya juga memegang peran penting pada perkembangan emosional anak. Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan para ahli dalam mengatasi berbagai masalah yang sering dihadapai. Dengan berkonsultasi, orang tua dapat melakukan pembiaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak.
c.       Perkembangan Bahasa
     Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4- 5 bulan. Pada usia SD ( 6- 12 tahun ) orangn tua sebaiknya membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan bahasa yang baik, benar dan sopan.  Dan sebagai seorang guru kita juga mencontohkan bagaimana cara menggunakan bahasa yang benar sesuai dengan aturan yang telah ada.
     Bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesedian orang tua maupun guru dalam membimbingnya. Fungsi dan tujuan berbicara antara lain:
1.      Sebagai pemuas kebutuhan.
2.      Sebagai alat untuk menarik orang lain.
3.      Sebagai alat untuk membina hubungan sosial.
4.      Sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri.
5.      Digunakan untuk mempengaruhi pikiran dan perasaaan orang lain.
6.      Mempengaruhi perilaku orang lain.

Potensi anak bebicara didukung oleh beberapa hal yaitu:
1.      Kematangan alat berbicara.
2.      Kesiapan mental.
3.      Adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak.
4.      Kesempatan berlatih.
5.      Motivasi untuk belajar dan berlatih.
6.      Bimbingan orang tua.
d.      Perkembangan Moral, Sosial dan Sikap
     Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga haru mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat dan dituntut menjadi tauladan yang baik bagi anak. Begitu pula sebagai guru kita juga sangat dituntut untuk dapat menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya.
   Mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada anak apabila berbuat atau berperilaku yang positif. Kerapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak, yaitu berupa materil maupun non materil. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat.
   Fungsi hadiah bagi anak, antara lain:
1.      Memiliki nilai pendidikan.
2.      Memberikan motivasi kepada anak.
3.      Memperkuat perilaku.
4.      Memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi.
Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah:
1.      Fungsi restruksi.
2.      Fungsi pendidikan.
3.      Sebagai penguat motivasi.



Adapun syarat pemberian hukuman kepada anak yaitu:
1.      Segera diberikan.
2.      Konsisten.
3.      Konstruktif.
4.      Impersional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya.
5.      Harus disertai alasan.
6.      Sebagai alat kontrol diri.
7.      Diberikan pada tempat dan waktu yang tepat.
        


















BAB III
PENUTUP
       Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, dalam hal ini sangat penting dari seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Pendidik sangat berpengaruh terhadap perkembagan siswa didiknya, karena pendidik adalah orang tua dalam pendidikan formal, sebagian besar waktu dari siswa juga dihabiskan dalam pendidikan formal. Oleh karena itu, seorang pendidik harus dapat menjadi tauladan yang terbaik bagi siswa didiknya.
       Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas- tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di bangku SD. Secara ideal dala rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogyanya dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri, seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis, pemenuhan kebutuhan rasa aman, pemenuhan kebutuhan kasih sayang, pemenuhan kebutuhan harga diri, dan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri.
        
















DAFTAR PUSTAKA
Alfiansyah blog
LN, Syamsu Yusuf. 2004. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Hawadi, Reni Akbar. 2001. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Izzaty, Rita Eka, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar